Dianggap Mangkrak Pembangunan Lapangan Desa Semugih,Begini Penjelasan Kades.

Rongkop,Suaragunungkidul.com – Pembangunan lapangan sepak bola Desa Semugih Kecamatan Rongkop Kabupaten Gunungkidul mendapat sorotan dari Anggota DPRD Gunungkidul dari Fraksi Partai Golkar Jumiran,SE.

Jumiran yang juga anggota komisi A DPRD Kabupaten Gunungkidul mempertanyakan kelanjutan pembangunan lapangan dan dari mana anggaran yang digunakan oleh pemerintah Desa Semugih sehingga menurut Jumiran,SE pembangunanya tidak jelas karena sudah beberapa tahun terbengkalai.

“Masyarakat hanya ingin tahu saja kelanjutan pembangunan lapangan Desa Semugih dan anggaranya dari mana,seharusnya Kepala Desa bisa menjelaskan kepada masyarakat secara terbuka,” tanya Jumiran.

Hal tersebut diungkapkan Jumiran,SE saat ditemui dikediamanya Kamis,24/01/2019 sekaligus mengkritik media yang diam saja melihat mangkraknya pembangunan lapangan yang sudah bertahun – tahun lamanya tanpa ada kelanjutan dan kejelasan bahkan media seakan diam saja melihat kejadian tersebut.

“Saya heran juga kenapa teman – teman media kok diam saja tidak mengklarifikasi,pada hal mangkraknya lapangan Semugih sudah cukup lama,” tambahnya.

Mendapat kritikan seperti itu Suaragunungkidul.com menelusuri perihal lapangan yang dianggap mangkrak dengan menemui beberapa pihak di wilayah Kecamatan Rongkop termasuk Camat Rongkop Joko Wardaya,SH,MSi,saat di konfirmasi Camat menjelaskan bahwa anggaran pembangunan lapangan setahu dirinya dari Kemenpora dan langsung ke desa sehingga pihaknya kurang tau persis dan mengarahkan wartawan untuk menemui Kades Semugih.

“Setahu saya pembangunan lapangan itu anggaranya dari Kemenpora dan langsung ke desa sehingga pihaknya tidak tahu persis,untuk lebih jelasnya silakan tanya pak Kades Semugih,” ujar Camat.

Sementara Kades Semugih Sugiarto,SPd saat ditemui di ruang kerjanya langsung memanggiil Kaur Perencanaan Wasdi untuk menjelaskan secara rinci dan gamblang proses pembangunan lapangan tersebut dan dari mana anggaran pembangunan lapangan yang dipertanyakan oleh anggota dewan tersebut.

“Anggaran yang kami gunakan untuk membangun lapangan menggunakan anggaran desa dan secara bertahap, sementara dana yang digunakan untuk pembangunan talut dan saluran air dari Kemenpora nilainya 185.000.000,- seuai RAB ( Rencana Anggaran Belanja ) anggaran tersebut hanya untuk membangun talut dan saluran air di sekitar lapangan,”jelas Wasdi yang di dampingi Kades Semugih.

Sugiarto,SPd juga menambahkan bila terlambatnya pembangunan lapangan terganjal sering berubah – ubahnya aturan pada hal anggaran untuk pembangunan lapangan bertahap tidak bisa sekaligus untuk itu masyarakat diharapkan bersabar.

“Untuk pembangunan lapangan sendiri dialokasikan dari anggaran desa dan itupun bertahap,kendala kita kan sering berubah – ubahnya peraturan sehingga pembangunan seharusnya bisa berjalan tepat waktu namun harus menunggu informasi dari atas,” pungkas Sugiarto.(wawan)