Warga Pedukuhan Sumber, Planjan Tak meninggalkan Budaya Gotong Royong.


Saptosari,Suaragununhkidul.com – Gotong royong atau gugur gunung juga ada istilah penyebutan lain untuk kegiatan tersebut di tengah – tengah warga Gununhkidul,Gotongroyong adalah kegiatan masyarakat pedesaan di Gunungkidul untuk mengerjakan sesuatu bersama – sama diperintah oleh pemangku kepentingan atau kesadaran sendiri untuk membantu suatu kegiatan yang akan di gunakan bersama atau sendiri,kegiatan gotong royong sendiri  biasanya masyarakat tidak memikirkan bayaran atau imbalan dalam bentuk barang atau uang. 


Kegiatan gotong royong pada dasarnya didasari rasa kepedulian pada sesama apabila rasa itu sudah hilang maka gotong royong menjadi sesuatu yang memberatkan sehingga gotong royong itu hanya menjadi slogan semata dan  tidak dilakukan oleh masyarakat yang secara ekonomi baik dan banyak tinggal di perkotaan. 

Warga pedukuhan Sumber Desa Planjan Kecamatan Saptosari layak mendapat apresiasi dan perhatian dari semua pihak karena warga Padukuhan tersebut masih mampu menjaga dan melestarikan gotong royong para warga tua muda berbondong – bondong bersama untuk membuat pagar dalam rangka persiapan menyambut Lomba Desa tingkat Kabupaten yang sebentar lagi akan bergulir. 

Beberapa warga pedukuhan Sumber Desa Planjan saat berbincang dengan Suaragunungkidul.com hampir bersamaan menjawab bagi warga pedukuhan Sumber gotong royong adalah kegiatan yang masih rutin mereka lakukan saat mereka akan melaksanakan acara besar, membantu orang yang sedang kesusahan dan kegiatan lain untuk keprntingan orang banyak. 


“Kami masih terus menjaga dan memupuk kegiatan gotong royong untuk kebersamaan antar warga, terutama bila ada acara – acara besar dan membantu orang kesusahan,” jelas warga bersamaan. 
Memang tidak semua masyarakat Gunungkidul meninggalkan gotong royong terutama bagi masyarakat pedesaan,namun bagi masyarakat perkotaan gotong royong sedikit demi sedikit tersingkirkan karena masyarakat perkotaan banyak pekerja sehingga waktu untuk melakukanya hampir tidak ada karena era sekarang lebih lazim membayar pekerja untuk bergotong royong.(wawan). 

Open this in UX Builder to add and edit content