Sosialisasi Pembangunan Jembatan Teleng Kepuhsari Katongan Berjalan Lancar.


Nglipar,Suaragunungkidul.com -Bencana alam banjir bandang dan hujan lebat disertai angin,  yang terjadi 28 Nopember 2017 telah memporak porandakan wilayah DIY dan sekitarnya, tak terkecuali di Gunungkidul.  Ratusan rumah hanyut dan tertimpa longsor,  terendam banjir dan beberapa jembatan sepanjang kali oya hanyut terbawa banjir.  


Proses rehab rekon pasca bencana dilakukan banyak pihak,  swasta,  masyarakat,  lsm,  ormas,  parpol dan pemerintah bahu membahu membantu korban, dari sandang,  pangan,  perumahan dan infrastruktur jalan dan jembatan.  


Pemda Gunungkidul,  DIY dan Pemerintah Pusat berbagi peran yang terakhir peran pemerintah pusat yang akan membangun relokasi rumah dan lima jembatan dibeberapa titik dengan dana puluhan Miliar antara lain Jembatan Jeruklegi,  Jembatan Mojorejo,  Jembatan Jelok,  Jembatan Wanalagi dan Jembatan Taunan. 
Lamanya pelaksanaan pembangunan Jembatan ini menyebabkan beberapa jembatan sudah dibangun,  salah satunya Jembatan Wanalagi yang telah dibangun jembatan gantung dari Kementerian PUPR dengan dana sekitar 3 M,  yang menempati lokasi lama. 


Karena tak ingin ada duplikasi anggaran,  maka rencana pembangunan jembatan Wanalagi dengan sumber dana dari BNPB sebesar Rp.  22.5 M akhirnya dengan berat hati dipindahkan lokasinya.  Karena harus dilokasi bencana maka akhirnya oleh BPBD Gunungkidul dialihkan ke Jembatan Teleng Dusun Kepuhsari Desa Katongan. 
Pemdes Katongan  BPBD Gunungkidul,anggota DPRD DIY dan tokoh masyarakat,08/02/2019 melakukan koordinasi dengan pemilik lahan yang bakal terdampak pembangunan Jembatan Teleng.


Banyak hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut diantaranya adalah negosiasi pembebasan lahan milik warga oleh Handoko Perwakilan BPBD Gunungkidul dan masyarakat 2 Pedukuhan yang terdampak Pembangunan Jembatan tersebut.

Salah satu warga yang memiliki lahan terdampak paling banyak Tomo secara tegas mengatakan bahwa tanah miliknya diizinkan dan diperbolehkan apabila tanah miliknya digunakan untuk pembangunan Jembatan dan berharap ganti untungnya sesuai.


“Pada dasarnya tanah milik saya boleh dan urusan keluarga nanti menjadi tanggung jawab saya,asal ganti untungnya sesuai dengan kesepakatan bersama,”jelas Tomo.


Sosialisasi BPBD dan warga Desa Katongan terdampak pembangunan jembatan berjalan aman kondusif dan damai sehingga banyak canda tawa tanpa keteganggangan apapun sampai berakhirnya sosialusasi dan di hadiri perwakilan 2 warga pedukuduhan.(wawan)