Meraih Juara 2 SMAN 5 Palangka Raya Lomba Yel-Yel FSRM Layak Bawa Pulang Piala dan Uang Pembinaan.

Kemeriahan Festival Safety Road Millenial (FSRM) mencatatkan prestasi untuk SMAN 5 Palangka Raya. Dalam acara yang mengusung slogan “Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan, Keselamatan untuk Kemanusiaan”, sekolah ini meraih juara 2 Lomba Yel-Yel yang digelar Ditlantas Polda Kalteng di Bundaran Besar, Minggu 10 Februari 2019. Atas prestasi ini, siswa sekolah yang terletak di Jalan Tinggang Km 3,5 pun memperoleh hadiah berupa piala, sertifikat, dan uang pembinaan Rp.3.000.000,00 (tiga juta rupiah).

Dalam lomba yang diikuti oleh tim siswa SMA/SMK/ MA se-Kota Palangka Raya itu, SMAN 5 Palangka Raya menurutkan tim yel-yel yang berjumlah 20 siswa. Dengan mengenakan seragam kebanggaannya, mereka menyajikan tampilan yang mengajak agar para siswa sebagai generasi milenial untuk tertib dan disiplin mematuhi peraturan lalu lintas dan menjaga keselamatan dalam berkendara. Apresiasi para pendukung dan masyarakat tampak penuh antusias di tengah kemeriahan festival yang juga menggelar jalan sehat, berbagai lomba, pameran, dan pergelaran musik serta hiburan yang hingar-bingar semarak.

Pada kesempatan dan acara yang sama itu tiga siswa berprestasi SMAN 5 Palangka Raya, yakni Aprilia Wulandari, Andreas Lorenzius, dan Anggi Prabawa Pasaribu di antara 20 siswa berprestasi SLTA se-Kota Palangka Raya juga mendapatkan beasiswa. Beasiswa senilai Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah) per siswa langsung mereka terima di tengah semarak kegiatan FSRM itu.

Kepala SMAN 5 Palangka Raya, Drs. H. Arbusin dan Wakasek Kesiswaan, Jonkenedy, M.Pd. turun langsung memotivasi para siswanya dengan memberikan sambutan positifnya.

“Ya, meskipun sekolah kami hanya meraih juara 2 mudah-mudahan ini tidak hanya sebatas yel-yel yang mengundang tepuk tangan atau aplaus meriah. Kami berharap para siswa mampu mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari. Para siswa sebagai generasi muda dan sebagai generasi milenial harus bisa menjadi pribadi yang tertib berlalu lintas, disipilin, santun, dan selalu mengutamakan keselamatan semua orang dalam memakai jalan atau berkendaraan,” katanya usai upacara, Senin, 11 Februari 2019.

Kegembiraan membinar tampak menghiasai wajah para siswa dan guru pendamping. Tiada lelah setelah beberapa waktu mereka harus menyiapkan diri. Piagam dan uang pembinaan tentu bukan tujuan utama. Hal yang penting adalah Festival Keselamatan Berlalu Lintas bagi Generasi Milenial semakin menyadarkan para siswa tentang pentingnya berlalu lintas yang bertanggung jawab, disiplin, santun, tertib, dan mengutamakan keselamatan untuk kemanusiaan. (L.J.)

Open this in UX Builder to add and edit content