Puluhan Laskar Semut Hitam Mendatangi Rumah Suharno Paska Perusakan APK Milik Suharno,SE dan Putranya.

Wonosari,Suaragunungkidul.com – Perusakan alat peraga kampanye (APK) secara massif yang terjadi belakangan ini semakin membuat konstelasi politik di Gunungkidul memanas. Bahkan jika tidak ada langkah antisipasi, dikhawatirkan hal ini bisa memicu konflik horizontal di kalangan masyarakat.

Beberapa hari lalu, puluhan APK milik Suharno serta anaknya ditemukan rusak secara misterius. APK berupa baliho maupun rotek tersebut sobek serta tersiram cat. Dugaan adanya unsur kesengajaan memang kental dalam temuan APK rusak tersebut. Suharno pun juga telah melaporkan hal tersebut kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gunungkidul dan Kepolisian. 

Adanya dugaan perusakan secara sengaja terhadap APK milik Suharno tersebut membuat murka kalangan pendukung mantan Ketua DPRD Gunungkidul ini. Kamis (14/02/2019) malam tadi, puluhan pemuda perwakilan anggota Laskar Semut Hitam, mendatangi kediaman Suharno. Suasana sendiri memang sempat memanas lantaran para pemuda tersebut sempat bersikeras hendak mencari sendiri pelaku perusakan. Namun beruntung upaya tersebut berhasil dicegah dan pada akhirnya puluhan orang itu mengurungkan niatnya.

Ditemui di lokasi pertemuan tokoh Laskar Semut Hitam, Bardi CD mengungkapkan bahwa beberapa hari terakhir ini, pasca laporan adanya perusakan APK, anggota laskarnya memang diliputi amarah. Anggota laskar yang diklaim Bardi berjumlah hingga ribuan orang tersebut tidak terima dengan perusakan APK yang ia sebut seakan sengaja menyasar Suharno serta anaknya.

“Banyak peserta yang ingin mencari pelaku pengrusakan sendiri,” Ujarnya.

Lantaran desakan begitu deras, ia akhirnya berinisiatif untuk mengumpulkan perwakilan anggota laskar . Tindakan cepat terkait perkembangan situasi yang terjadi dirasanya sangat penting lantaran jika tidak ada koordinasi dikhawatirkan akan mengakibatkan bentrok massa.

Meski hanya sekedar APK, namun ia merasa bahwa perusakan ini adalah sebuah upaya penjegalan yang sistematis terhadap pencalonan Suharno maupun anaknya, Rian Eko Wibowo. Sehingga kemudian cukup wajar jika para anggota laskar yang memang terkenal militan merasa terusik.

“Saya sendiri juga tidak terima. Tapi kita ingin mendengarkan masukan dari Pak Harno untuk mengetahui langkah apa yang harus kami ambil,” ucap dia.

Selepas pertemuan yang dilakukan tersebut, didapatkan kesepakatan untuk menunggu langkah penyelidikan dari aparat hukum. Meski begitu, ia mengancam apabila nantinya tidak ada tindakan tegas, pihaknya akan mengambil langkah sendiri.

“Tadi Pak Harno sudah menginstruksikan kepada kami untuk cooling down dan menyerahkan sepenuhnya masalah ini kepada aparat hukum,” tegas dia.

Sikap Suharno sendiri paska pengrusakan APK miliknya tetap meminta pada pendukungnya untuk sabar dan tetap mempercayakan pihak kepolisian untuk mengusut tuntas agar wilayah Gunungkidul tetap kondusif dan aman menjelang pemilu 17 April yang akan datang.

“Saya yakin pelakunya bisa ketemu,” beber dia.

Suharno juga tak menampik apabila kasus perusakan APK yang dialaminya sangat kental dengan provokasi. Hal ini lantaran meski ada pula banyak APK milik partai lain yang dirusak, APK miliknya seperti menjadi target serangan. Hampir sebagian besar APK miliknya rusak.

“Saya pasang (APK) tidak banyak, dan hampir semuanya rusak. Tapi sekarang sudah saya ganti semua,” beber dia.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa para anggota laskarnya dilarang keras untuk melakukan langkah sendiri.

“Saya tegaskan kalau kami tidak pernah dan tidak akan pernah melakukan hal semacam ini (perusakan APK),” tutupnya.(wawan)

Open this in UX Builder to add and edit content