Puluhan Medali Dikantongi, Lavenia Bercita-cita menjadi Lady Crosser

Ponjong, Suaragunungkidul.com– Lavenia Artha Widyatama (18), warga Rt 01/10, Padukuhan Susukan III, Desa Genjahan, Kecamatan Ponjong, menekuni olahraga ekstrim, balap sepeda motor semenjak SMA kelas 1. Puluhan kejuaraaan pernah diikuti baik Kejurda maupun Kejurnas dengan mengantongi puluhan mendali dan piala. Bercita-cita menjadi Lady Crosser dan berharap mempunyai sponsor.

Anak pertama dua bersaudara dari pasangan Raharjo Tri Susilo (43) dan Suharyani (40) ini mengatakan bahwa semenjak masuk SMA dirinya mulai menyukai olahraga motorcros dan ingin mengejar impiannya supaya bisa menjadi lady crosser yang membawa nama baik Gunungkidul.

Diakuinya, untuk mengejar impiannya tersebut tidak semudah membalikan tangan. Apalagi selama mengikuti diberbagai kejuraan baik tingkat daerah maupun nasional belum ada yang mensponsori.

“Saya juga berharap ada sponsor, karena setiap mengikuti kejuaraan motocross atau Grass track saya hanya mendaftar sendiri tanpa ada sponsor,” keluh cewek lajang jebolan SMAN 1 Tanjungsari ini.

Menurutnya, jika ada yang mensponsori, tentu akan meringankan dirinya dan keluarganya dari segi pembiayaan.

Yang tidak membuat patah arang bagi Artha adalah karena dirinya sering naik podium (Juara) walaupun tanpa ada sponsor.

Dalam kurun waktu 4 tahun sejak 2015, 60 event kejuaraan pernah diikuti baik tingkat daerah (Kejurda) maupun nasional (Kejurnas) dan sedikitnya 30 mendali dan piala dia dapatkan.

Salah satu contoh kenuaraan yang pernah ia ikuti ketika meraih juara 1, di Gunungkidul tahun 2015, dan kejurda di Klaten, Jawa Tengah pada tahun 2015.

Untuk Bupati Cup Gunungkidul 2016 dia harus puas menyabet juara 2. Kemudian pernah mengikuti kejuaraan motocross dan grass track 14 – 15 April 2018 di Bengkalis, Pekan Baru, Riau.

“Dua kali saya mengikuti kejuaraan di Riau, terakhir tahun 2017 memperebutkan kejuaraan Riau Cup meraih juara II,” ujarnya.

Ditambahkan, pertandingan terakhir yang mendapatkan juara adalah kejuaraan FFA 17 tahun Grass track Latber di Wonogiri, pada tanggal 17-18 November 2018 dengan menyabet juara 1.

Sementara itu, orangtua Arta, Raharjo Tri Susilo, mendukung bakat anaknya, meski dia tahu ini olah raga beresiko.

“Ketimbang menjadi pembalap liar, di jalan raya mending saya masukan ke arena, resmi dan terarah,” ucap Raharjo

(Joko)