Gua Pindul Bergejolak, Baru Setahun Memimpin Direktur BUMDes Dituntut Lengser.

Karangmojo,Suaragunungkidul.com – Seperti tak mau berpaling persoalan selalu menghampiri Gua Pindul,kali ini Direktur BUMDes Maju Mandiri Sariyanto mendapat sorotan tajam dari masyarakat Desa Bejiarjo Karangmojo karena dianggap kurang transparan dalam mengelola aset milik desa tersebut.


Berpijak pada AD/ART yang ada seharusnya BUMDes Maju Mandiri taat dan patuh pada aturan main yang sudah di sepakati bersama dan harus jujur kepada atasan,BUMDes bahkan jarang membuat laporan kepada Kepala Desa Bejiarjo,berkaitan dengan kinerja buruknya,mulai muncul wacana untuk melengserkan Sariyanto sebagai Direktur BUMDes Maju Mandiri,karena di anggap orang yang paling bertanggung jawab penuh atas masalah ini.


Hal tersebut diungkapkan Kades Bajiarjo Yanto saat di temui wartawan bahkan menurutnya tak ada komunikasi selama ini antara BUMDes Maju Mandiri dan Pemerintah Desa Bejiarjo,dan terkesan enggan untuk komunikasi dengan pihaknya.


“Sampai saat ini tak ada laporan pertanggung jawaban dari pengurus BUMDes Maju Mandiri,pada hal itu dasar kami untuk menyampaikan ke media untuk ditulis dan sebagai bahan untuk mengoreksi kinerja pengurus baik atau buruk,” terang Yanto.

Sementara dugaan adanya penyimpangan anggaran oleh pengurus BUMDes Yanto belum bisa banyak bicara pasalnya belum ada laporan resmi yang masuk ke dirinya.Lebih lagi Yanto dan team  Pemerih Desa tidak pernah diajak berkomusikasi,hal seperti ini menyulikan kapa Desa bila terjadi permasalahan seperti ini.


“Kita sebenarnya berharap  Maju Mandiri bisa mensejahterakan masyarakat Bejiharjo sesuai tujuan awalnya,”tambah Yanto.


Terpisah ketua badan pengawas BUMDes Maju Mandiri Suwardi saat di mintai keterangan menjelaskan bila badan pengawas sebenarnya sudah menerima laooran pertanggung jawaban namun lantaran sibuk belum sempat meneliti lebih jauh.


“Draf LPJ sudah kami pegang tapi karena sibuk kami belum bisa berkumpul dan mencermati lebih lanjut,dan bila ada dugaan penyimpangan tentu akan dievaluasi menyeluruh,”Singkatnya.
Sementara ketua Forum Komunikasi Perpolisian Masyarakat ( FKPM ) Gua Pindul Suwargito dan Anjar W menuding simpang siurnya hingga tingginya angka kebocoran retribusi pengunjung menjadi bukti tidak profesionalnya BUMDes Maju Mandiri dalam mengelola aset desa,hal ini berakibat fatal lantaran tujuan awal BUMDes untuk mensenjahterakan masyarakat Desa Bejiharjo tidak terwujud.


“Luar biasa bobrokya ini,masa bisa terjadi data pengunjung antara yang di pos retribusi,Pemdes Bejiharjo dan BUMDes jomplangnya kelewatan,kalau selisihnya seribu,dua ribu pengunjung wajar wong banyak jalan tikus,tapi bila puluhan sampai ratusan ribu pengunjung ini bukan bocor lagi tapi penyimpangan terstruktur,”paparnya.


Suwargito menduga kesalahan bukan hanya terletak pada BUMDes tetapi juga pemerintah desa harus ikut bertanggung jawab, karena ini berawal dari masa lalu saat pengisian direksi BUMDes tahun 2017 lalu.


“Apa di Bejiharjo Kurang orang yang ahli akuntasi sehingga yang terpilih kok orang itu,mestinya saat pemilihan nilai testnya bukan hanya administrasi saja tetapi track record dan rekam jejak Direktur yang saat ini terpilih, kan semua sudah tau bagaimana watak dan karakternya. Jadi terang – terangan kami menuntut agar Direktur BUMDes dilengserkan dari jabatanya,” pungkasnya.


Andar menambahkan dari mana munculnya angka kosumsi dan transportasi keamanan hari besar yang nominalnya di atas Rp. 20 jt,sebagai ketua FKPM yang menjaga keamanan dan kenyamanan Gua Pindul pihaknya sama sekali tidak pernah menerima dana kosumsi dan transportasi sebesar itu.


“Saat hari besar saya dan teman – teman yang menghandle keamanan sama sekali tidak pernah menerima sebesar itu,setau saya pengamanan di bebankan kepada 11 operator yang kemudian patungan,nilainya pun tak sebesar itu, jadi diberikan kepada siapa dana yang 20 jt lebih itu,”tanya Andar W.

Informasi yang dihimpun di lokasi laksana bola liar yang terus bergulir beberapa operator wisata juga mengancam hendak melakukan boikot dengan tidak membayar 5000,-/pengunjung sebelum adanya transparansi yang terang benderang dari BUMDes Maju Mandiri dalam mempertanggung jawabkan kinerjanya. Karena operator wisata Gua Pindul menuding draft LPJ BUMDes sarat dengan angka – angka fiktif yang tidak sesuai dengan di lapangan.


Sariyanto saat di mintai tanggapannya terkait adanya tudingan kurang transparan pengelolaan BUMDes secara singkat menjawab bahwa menurutnya dalam pengelolaan keuangan sudah trasparan terbukti setiap laporan pertanggung jawaban dirinya tempel di kantor BUMDes.
“kalau ada yang ingin tanya datang saja ke kantor,”Singkatnya.(wawan)