Berkah Reformasi,Anak Bakul Tempe Melenggang Jadi Dewan Tiga Periode.

Nglipar,Suaragunungkidul.com – Sosialisasi politikus partai Golkar yang mengusung Jargon S.S.R. ( Sarjono,SE,Slamet,SPd,MM dan Rizal Rinaldi,CEC ) di Pedukuhan Sriten Desa Pilangrejo Kecamatan Nglipar 23/02/2019 Sarjono dan Slamet lebih fokus berdialog sekaligus simulasi bagaimana cara mencoblos caleg Kabupaten,Provinsi dan Pusat.


Sarjono,SE yang didaulat sebagai orator pembuka langsung mempertanyakan kesediaan warga Pilangrejo untuk mendukung SSR setelah mendapat jawaban warga yang hadir Sarjono,SE yang masih aktif sebagai anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul selanjutnya memberi contoh surat suara yang nanti akan di coblos untuk Kabupaten Yang berwarna hijau, biru untuk provinsi dan Kuning untuk pusat.


“Terimakasih atas kesediaan warga untuk mendukung dan mencoblos caleg dari partai Golkar,dari Dapil II, Sarjono,SE, Provinsi, Slamet,SPd,MM dan pusat Rizal Rinaldi,CEC, dan caranya adalah dibuka kertas warna hijau cari nomor partai 4 lalu pilih nomor urut 1 Sarjono, lanjut Kertas warna biru tetap nomor partai 4 nomor urut 3 dan warna kertas kuning nomor partai 4 dan nomor urut 4,”Terang Sarjono.
Simulasi cara mencoblos sangat dibutuhkan karena pemilu tahun 2019 berbeda dengan 5 tahun lalu,untuk pemilu tahun 2019 masyarakat membawa lima kertas ke bilik suara,yaitu untuk DPRD II,I,RI,DPD dan Presiden,sehingga apabila kurang jelas dalam mensosialisasikan cara mencoblos dikwatirkan banyak suara gugur.


Slamet,SPd,MM yang diberi kesempatan untuk menyampaikan orasi kedua selain menambahkan cara mencoblos ia juga menceritakan sejarah partai Golkar sebelum era reformasi yang selalu menjadi pemenang pemilu akan tetapi menurutnya berkah reformasi jugalah yang membuat dirinya hanya anak seorang bakul tempe bisa menjadi dewan.


“Partai Golkar adalah partai yang selalu menjadi pemenang pemilu sebelum era refornasi dan partai yang selalu komit mendukung pemerintahan karena partai Golkar tidak punya pengalaman sebagai partai oposisi atau diluar pemerintahan,”Ujar Slamet.


Dalam perjalananya partai Golkar memiliki sejarah panjang sampai akhirnya ada era refirmasi dan partai Golkar naik turun dalam perolehan suara,bagi Slamet,SPd,MM adanya reformasi adalah sebuah anugerah karena tanpa reformasi belum tentu dirinya bisa menjadi dewan bahkan hampir semua jabatan pernah dijabat dari ketua,wakil ketua,ketua komisi bahkan pernah dicalonkan wakil Bupati.
“Apabila tidak ada reformasi belum tentu ada dewan yang mau blusukan,bahkan anak penjual tempe bisa menjadi dewan,”Tambahnya.


Sisialisasi yang dihadiri ratusan warga dan di pantau oleh Panwas Kecamatan,desa dan kepolisian berjalan dengan tertib,lancar dan aman warga juga merasa puas karena sebelum kehadiranya SSR juga sudah menyerahkan tracktor untuk Kelompok Tani setempat.(wawan)