Embung Batara Sriten Sudah Nyaman dan Aman Untuk di Kunjungi Jalan Mulus

Nglipar,Suaragunungkidul.com – Jalan berkelok dan tanjakan yang tinggi menjadi tantangan tersendiri pagi pelancong yang ingin mencoba indahnya pemandangan dari puncak Gunung tertinggi di Gunungkidul Batara Sriten,walau namanya sudah femiliar namun pengunjungnya belum seramai tempat wisata lain di Gunungkidul,bukan lantaran tidak menarik akan tetapi jalur menuju puncak sriten harus benar – benar memiliki hati yang kuat. Karena menuju Batara Sriten harus melalui berbagai tantangan yang tak mudah untuk di lalui oleh mobil ataupun motor.

Jalur Batara Sriten saat ini memang sudah dibangun dengan baik tak ada lagi jalan berlobang bahkan jalan batu karena jalan tersebut sudah halus dan cukup lebar untuk dilalui mobil pribadi dan sepeda motor roda dua, akan tetapi yang belum hafal jalan tersebut harus extra hati – hati, karena sisi kanan kiri jalan mudah longsor dan tebingnya cukup curam dan dalam.


Saat mengikuti Sosialisasi Caleg di salah satu pedukuhan di Desa Pilangrejo lokasi dimana berada Batara Sriten wartawan Suaragunungkidul.com harus dag – dig -dug dan bergetar karena harus melalui jalur yang menantang bahkan saat rombongan caleg ada salah satu jalur yang longsor dan belum di benahi pada hal longsoran tanah tersebut hampir menutupi jalan.


Walaupun menuju Batara Sriten harus menyiapkan keberanian ekstra namun pengunjung tidak akan kecewa karena tempat tersebut memang menyuguhkan pemandangan yang indah,pengunjung akan di manjakan dengan melihat wilayah Yogyakarta dan Gunungkidul dari ketinggian Batara Sriten.

Bahkan ditempat tersebut juga disediakan lapangan paralayang bagi pecinta oleh raga tersebut.
Selain pemandangan yang indah Batar Sriten juga menyuguhkan berbagai fasilitas walaupun wasilitas disana belum semua tersedia akan tetapi servis yang diberikan warga setempat cukup memuaskan karena sopan,ramah dan harga yang sangat terjangkau, untuk itu bagi para pecinta rekreasi Batara Gua Sriten bisa menjadi pilihan tempat berlibur bersama keluarga.(wawan