Sungai Oya menjadi Sungai Rawan Banjir di Gunungkidul

Wonosari, Suaragunungkidul.com-Gunungkidul yang dikenal daerah tandus dan rawan kekeringan, khususnya pada saat musim kemarau. Kini dalam kurun waktu 5 tahun terakhir disaat musim penghujan, Gunungkidul malah dilanda banjir. Sungai Oya dianggap menjadi sungai yang rawan banjir.

Seperti hujan deras dengan durasi cukup lama mengguyur daerah Gunungkidul pada Rabu (06/03) hingga Kamis (07/03) mengakibatkan banjir dan tanah longsor di 4 Kecamatan, Gedangsari, Nglipar, Semin dan Ngawen.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edi Basuki mengatakan, walaupun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir dan tanah longsor, namun berdasarkan data BPBD Gunungkidul, ada 104 kepala keluarga (KK) di empat kecamatan tersebut terdampak longsor dan banjir.

” Longsor sendiri terjadi di 27 titik dan 63 rumah terendam banjir,” ujar Edi, diakhir minggu ini.

Sebagian rumah yang tergenang banjir, menurut Edi disebabkan luapan Sungai Oya. Masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan lebat dengan intensitas tinggi. Khususnya yang bermukim tidak jauh dari bantaran sungai oyo.

“Sebab Sungai Oya saat ini menjadi sungai rawan banjir di Gunung Kidul,” ujarnya.

Akibat banjir dan longsor kemarin, kurang lebih 60 KK mengungsi. Hingga kini BPBD bersama petugas gabungan masih terus melakukan pendataan di empat kecamatan terdampak.
Rencananya, rumah warga yang dianggap rawan tanah longsor akan direlokasi. Namun demikian warga masih enggan untuk direlokasi, walaupun sudah masuk dalam zona merah (rawan tanah longsor).

Pada Saat Wakil Bupati Gunung Kidul, Dr. Drs, H.Immawan Wahyudi, MH bersama Kepala Pelaksana BPBD turun langsung ke lapangan melakukan pemantauan dan langsung bertemu warga, akhirnya warga mau untuk direlokasi ketempat lain yang lebih aman.

(Joko)