Anggota Dewan mulai Malas Mengikuti Rapat Paripurna

Wonosari, Suaragunungkidul.com-Anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul akhir-akhir ini sudah mulai malas mengikuti Rapat Paripurna. Seperti Rapat Paripurna Penyampaian Nota Penjelasan Bupati terhadap 3 Raperda di Gedung DPRD, Senin kemarin (11/03/2019) terpaksa harus molor, karena tidak memenuhi kuorum.

Keterlambatan rapat dikarenakan anggota dewan banyak yang tidak datang ke Gedung DPRD. Sedangkan agenda rapat dimulai pukul 09.00 Wib. Sementara itu dari jajaran Forkompimda yang datang lebih awal harus menunggu dewan memenuhi kuorum. Akhirnya pukul 10.00 Wib rapat paripurna baru bisa dimulai.

Hal ini tidak hanya sekali terjadi, seperti pada saat Rapat Paripurna (Rapur) DPRD Gunungkidul menanggapi jawaban Bupati terhadap Pandangan Umum Fraksi tentang Rancangan Peraturan Daerah APBD tahun 2019, Jumat (09/11), juga molor hingga 1 jam lebih.

Rapat Paripurna antara Legislatif dan Eksekutif pada saat itu dijadwalkan pukul 09.00 WIB molor, pukul 10.25 WIB baru dimulai.

Sekretaris Dewan, Agus Hartadi mengatakan, setiap agenda yang diselenggarakan DPRD Gunungkidul pasti ada undangan tertulis dan dikirim langsung kepada yang bersangkutan. Pihaknya mengaku, tidak bisa memaksa, karena internal dewan ada Badan Kehormatan (BK) yang tugasnya memotivasi anggota dewan untuk berangkat hingga pemberian sanksi.

“Tugas sekretariat hanya mencatat apakah sudah forum atau belum kalau sudah memenuhi forum bisa dilanjutkan jika tidak maka kegiatan akan ditunda,” ujar Agus, Senin, 11/03/2019.

Menurutnya, kegiatan seperti Paripurna jika tidak memenuhi forum maka bisa ditunda beberapa menit, kemudian ditunda lagi sekian kali. Jika dalam rapat paripurna penyampaian nota, minimal harus separuh plus satu sedangkan untuk penetapan harus ada dua pertiga dari jumlah anggota dewan.

Sementara itu, Ketua DPRD Gunungkidul Demas Kursiswanto Amd, ketika dikonfirmasi mengakui banyak anggota dewan yang tidak hadir pada saat Rapat Paripurna.

“ Yang tidak hadir sebagian ada ijin dan sebagian tidak. Untuk undangan dan jadwal rapat sudah ada sebelumya kemungkinan mereka ada agenda lain,” ungkapnya.

Namun, menurut Demas akhirnya setelah siang, pukul 10.00 Wib dapat memenuhi kuorum. Dari total 45 anggota dewan, 27 menghadiri rapat paripurna.

“ Seharusnya, sebagai wakil rakyat mengikuti rapat dan pembahasan. Karena dipundak mereka mewakili ribuan masyarakat. Secara moral juga harus memiliki tanggung jawab yang harus dipenuhi,” pungkasnya.

Seperti kita ketahui, pada rapat kali ini Wabup Gunungkidul Dr Drs H Immawan Wahyudi MH membacakan nota penjelasan tentang Perubahan Bentuk Badan Hukum Dari Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat Bank Daerah Gunungkidul menjadi Perseroan Terbatas Bank Perkreditan Rakyat Bank Daerah Gunungkidul, selain itu Pengujian Kendaraan Bermotor dan Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul No 2 Tahun 2011 Tentang Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor.

(Joko)