Bupati: Jabatan adalah Amanah, bukan Hak yang bisa Dituntut

Wonosari,  Suara gunungkidul. com-Bupati Gunungkidul,  Hj. Badingah, S.Sos mengambil sumpah dan jabatan terhadap 167 pejabat di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Gunungkidul, di Bangsal Sesok ProJo, Jumat,  15/03/2019. Jabatan adalah amanah,  bukan suatu hak yang bisa dituntut.

Hal ini diungkapkan Bupati Gunungkidul dalam sambutannya,  usai melantik dan mengambil sumpah jabatan.

“Oleh karena itu,  kepada saudara-saudara yang sudah mengikuti proses seleksi namun belum mendapatkan amanah untuk menerima dengan legowo, tetap menjaga kekompakan,  tidak membuat gaduh,  menjadi suasana tidak nyaman dalam bekerja, ” pinta Bupati.

Maka,  lanjut dia,  mengabdi kepada masyarakat bisa dengan berbagai cara dan posisi jabatan apapun.

Selain itu,  Bupati juga menyampaikan  kepada Pejabat Tinggi Pratama,  Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas, bahwa saat ini publik sangat berharap terhadap kwalitas kinerja pejabat Pemerintah Daerah.

Membutuhkan pimpinan dan sumber daya manusia yang makin profesi,  berintegritas,  memiliki kompetensi yang memadahi,  serta mampu menempatkan diri sebagai pelayanan masyarakat.

“Oleh karena itu saya mengajak kepada pejabat yang dilantik,  agar mensikapi dinamika yang terjadi dengan langkah proaktif melalui peningkatan kompetensi dan profesionalisme sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Ia juga berharap,  semua pejabat yang terlantik, bisa menerima amanah ini dengan penuh rasa syukur. Juga semakin termotivasi,  berkomitmen penuh untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawab dengan sungguh-sungguh.

Ditegaskan, bahwa jabatan adalah penghargaan kinerja seseorang.  ASN tidak diminta pun pasti jika sudah memenuhi syarat, suatu saat pasti akan mendapatkannya.

“Untuk itu,  silahkan amanah yang diberikan kepada saudara dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,  karena amanah ini akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT, ” pinta Bupati.

Usai acara,  Bupati Gunungkidul juga menyampaikan bahwa,  proses regulasi posisi Jabatan Tinggi Pratama telah dilaksanakan dengan baik oleh panitia seleksi yang profesional.  Perlu diketahui semua pihak bahwa setiap tahapan seleksi yang dilakukan selalu berdasarkan mekanisme.  Hasilnya diakumulasi menjadi total nilai yang menentukan posisi tiga besar.

“Saya mengambilnya yang nomor satu nilai terbaik, ” pungkasnya.

(Joko)