Warga Perantau Siap Jadi Duta Wisata Gunungkidul

Jakarta, Suaragunungkidul.com-Warga perantauan asal Gunungkidul yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG) siap ikut mendorong untuk merealisasikan target PAD dari sektor pariwisata. Untuk mewujudkannya, mereka siap menjadi duta wisata dari Gunungkidul.

Sebagai salah satu kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta, Gunungkidul memiliki potensi pariwisata yang sangat menjanjikan. Pemkab Gunung Kidul optimis dengan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor wisata di tahun 2019 sebesar Rp. 28 M. Target tersebut bisa dicapai dengan melakukan penguatan di bidang kepariwisataan.

Seperti dikutip dari Wartaonline, Minggu (17/03/2019), Ketua Umum Ikatan Keluarga Gunungkidul Drs Edi Sukirman MM. memaparkan, kalau dulu Gunungkidul dikenal sebagai daerah tertinggal, sehingga banyak masyarakatnya yang hidup dibawah garis kemiskinan. Namun dalam kurun waktu 10 tahun belakangan ini, Kabupaten Gunungkidul sudah menjadi lebih maju, bahkan hasil padinya sudah dapat diekspor ke beberapa daerah lain di Indonesia.

“ini artinya Gunungkidul sudah mencapai taraf swasembada beras, jadi otomatis, tiwul yang menjadi kebanggaan kita dulu, kini sudah menjadi makanan kenang-kenangan saja,” ujar Edi saat menghadiri milad ke – 1 IKG Korcam Nglipar di Museum Keprajuritan TMII, Jakarta, Sabtu, 16 Maret 2019.

Kabupaten Gunungkidul bisa diibaratkan seperti mutiara yang siap memancarkan sinarnya. Dengan menyimpan segudang potensi, seperti wisata alam, wisata kuliner, dan wisata budaya.

Apalagi Kabupaten Gunungkidul ini diuntungkan dari segi geografisnya dengan kawasan pantai yang sangat menawan. Bahkan sekarang ini, banyak wisatawan yang datang ke Jogya, memilih Pantai Gunungkidul sebagai pilihan utama wisatawan untuk dikunjungi.

“Sebut saja Pantai Indrayanti, Pantai Wediombo, Baron, Geding dan masih banyak lagi,” ujar Edi.

Ia mengakui, dengan banyaknya objek wisata di Kabupaten Gunungkidul, namun masih minim sarana dan prasarana pendukung. Seperti minimnya hotel-hotel berbintang. Masih ada sejumlah jalan yang sempit untuk menuju kawasan wisata pantai.

“Melalui IKG ini, kita sudah mencoba mengusulkan kepada pemerintah daerah meningkatkan infrastruktur jalan maupun sarana dan prasaran di kawasan wisata pantai tersebut,” tandasnya.

Memang sudah banyak pembangunan infrastruktur jalan yang dilakukan pemerintah kabupaten, namun sejalan dengan perkembangan dan semakin meningkatnya kunjungan wisatawan, tentunya masih diperlukan pengembangan infrastruktur lainnya.

Menurutnya, saat ini sudah ada dua investor besar dari Jakarta yang melirik kawasan pantai-pantai tersebut. Investoer tersebut akan mengembangkan kawasan pantai dengan konsep seperti kawasan wisata di Ancol Jakarta.

“Sebagai putra-putri gunungkidul yang berada di perantauan, khususnya yang tergabung dalam IKG, siap menjadi duta wisata Gunungkidul,” tandasnya.

Strateginya dengan mengadakan berbagai seminar. Salah satunya mengenai mengenai seni dan kebudayaan Yogyakarta termasuk yang ada di Gunungkidul.

Ada juga tema yang diseminarkan tentang gantung diri yang kerap terjadi di masyarakat Gunungkidul.

“Bahkan sudah ada rencana akan mem-film kan Pulung Gantung ini sebagai sebuah kisah nyata,” paparnya.

Sementara Mayor Sunaryanto, Pembina IKG Korcam Nglipar dalam sambutannya menyatakan ketakjubannya melihat kebersamaan perantau asal Gunungkidul ini sangat luar bisa.

“ini menjadi potensi yang besar untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan di kampung halamannya,” tuturnya.

Apalagi saat ini, tambah dia, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, sedang giat-giatnya membangun dari berbagai sektor, diantara sektor ekomomi, budaya dan pariwisata.

“Sehingga dapat meningkatkan perekonomian dan mensejahterakan masyarakat Gunungkidul,” pungkasnya.

(Joko)