Situasi Darurat Bencana Diterapkan sampai Batas Waktu yang belum Ditentukan

Saptosari, Suaragunungkidul.com-Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah, S.Sos, menerbitkan Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor 88/KPTS/2019 Tentang Penetapan Status Keadaan Darurat Bencana Banjir, Tanah Longsor, dan Angin Kencang di Kabupaten Gunungkidul. Hal ini dilakukan akibat bencana alam yang terjadi di wilayah Gunungkidul. Prioritasnya pada perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana alam. Situasi darurat bencana masih diterapkan sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Hal ini diungkapkan Bupati saat melakukan
peninjauan lokasi terdampak bencana banjir di Pantai Ngrenehan dan SMPN 3 Saptosari, Rabu, 20/03/2019.

Bupati Gunungkidul beserta jajarannya melakukan peninjauan di objek wisata pantai Ngrenehan, Desa Kanigoro dan SMPN 3 Saptosari.

Dua tempat itu, diterjang banjir akibat curah hujan yang tinggi dengan durasi yang cukup lama pada, (17/03) yang lalu.

Kehadirannya untuk melihat secara langsung kondisi kerusakan dan mendata sarana prasarana infrastruktur yang mengalami kerusakan, agar segera dapat diperbaiki, serta memberikan bantuan sembako kepada para pedagang dan nelayan.

Dijelaskan Bupati, saat terjadi bencana pemerintah daerah langsung menginstruksikan kepada Wakil Bupati, Sekretaris Daerah dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah untuk meninjau dan mengatasi bencana banjir yang terjadi sesuai dengan SK yang diterbitkan pada 6 Maret 2019 lalu.

“Terlebih di objek wisata kawasan pantai merupakan kawasan sangat vital, banyak wisatawan yang berkunjung, ini menjadi perhatian khusus agar bisa segera dibenahi sehingga bisa cepat dalam waktu dekat,” harapnya.

Berdasarkan data dari BPBD yang dilaporkan kepada Bupati Pantai Ngrenehan dan SMPN 3 Saptosari merupakan lokasi terdampak yang cukup serius, dan akan menjadi prioritas dalam perbaikannya.

Kepala Pelaksana Tugas BPBD Gunungkidul, Edi Basuki, SMPN 3 Saptosari akan direlokasi ke tempat yang lebih aman dengan menggunakan dana Rehab Rekon (RR).

“Ini merupakan dana hibah dari pusat, sebesar 9,9 miliar diluar pengadaan tanah,” ucapnya.

(Joko)

Open this in UX Builder to add and edit content