Fenomena Pulung Gantung akan Diangkat ke Layar Lebar

Yogyakarta, Suaragunungkidul.com- Fenomena Pulung Gantung di kalangan masyarakat Kabupaten Gunung Kidul akan diangkat ke layar lebar. Riset tentang Pulung Gantung telah dilakukan selama lima tahun. film itu akan menjadi pembelajaran tentang kehidupan, untuk lebih menguatkan iman agar lebih dekat dengan Allah SWT.

Sutradara dan penulis skenario film Pulung Gantung Indra Tirtana, proses produksi film Pulung Gantung akan dimulai pada April 2019 dengan mengambil lokasi di daerah Gunungkidul dan sekitarnya.

Ia mengemukakan film yang berdurasi sekitar 90 menit itu bercerita tentang kearifan lokal, budaya, gorong-gorong, pariwisata, masyarakat yang religius dan penuh kekerabatan.

“Juga bagaimana Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam upaya menyikapi fenomena Pulung Gantung tersebut,” terang Indra, Kamis, 21/03/2019.

Dikatakan Indra, riset tentang Pulung Gantung telah ia dilakukan selama lima tahun. Dimulai dari penelitian di lapangan. Yang menjadikan begitu yakin untuk mengangkat cerita pulung gantung, karena didasari dengan banyaknya korban akibat gantung diri di Gunungkidul.

Film yang melibatkan sejumlah artis dan aktor ternama tersebut diperkirakan menelan biaya produksi sebesar Rp 3 miliar.

Ditambahkan Indra, artis dan aktor ternama yang akan terlibat dalam pembuatan film pulung gantung itu diantaranya, Rianti Cartwright, Feby Febiola, Piet Pagau, Ray Sahetapy, dan Donny Alamsyah.

“Film itu juga didukung sekitar 50 pemain lokal di antaranya Marwoto Kawer dan Kelik Pelipur Lara,” ia mengakhirinya.

Sementara itu, Executive Producer PT Kencana Artha Media Perkasa (KAMP) Pictures, Mohammad Solikin mengungkapkan, pihaknya berniat menuangkan film Pulung Gantung, lantaran dianggap pulung gantung ini dianggap momok yang menyeramkan, sebagai penyebab orang untuk bunuh diri dengan cara gantung diri.

Solikin mengungkapkan hal ini disela-sela diskusi “Epistemologi Pulung Gantung Memasuki Ruang Religiusitas Manusia Jawa” di Yogyakarta, yang diikuti oleh Pemda Gunungkidul yang diwakili Wakil Bupati Gunungkidul, Dr. Drs H. Immawan Wahyudi, MH, Polres Gunungkidul, Kodim 0730/GK dan Ketua IKG, Edy Sukirman.

“Film fenomena pulung gantung itu akan kita tuangkan dalam film layar lebar untuk diputar di bioskop-bioskop seluruh Indonesia,” jelasnya.

Menurut dia, film itu akan menjadi pembelajaran tentang kehidupan untuk lebih menguatkan iman seseorang agar lebih dekat dengan Allah SWT.

“Sehingga dijauhkan dari niat untuk mengakhiri hidup dengan jalan pintas,” harapnya.

Diterangkan Solikin, film itu selain menceritakan masalah pulung gantung, juga
juga akan mengangkat daerah Gunung Kidul yang memiliki banyak potensi pariwisata. Tujuannya untuk menarik investor dan wisatawan, sehingga dapat menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Gunungkidul dari sektor pariwisata.

“Untuk itu, kami mohon dukungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Kidul dalam proses produksi film Pulung Gantung nanti,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Wakil Bupati Gunungkidul, Dr. Drs H. Immawan Wahyudi, MH mengakui bahwa kasus bunuh diri dengan cara gantung diri di Kabupaten Gunungkidul relatif cukup tinggi.

Berdasarkan data sampai saat ini dari bulan Januari-Maret 2019 terjadi 15 kasus.

“Sedangkan di tahun-tahun sebelumnya,
pada tahun 2018 ada 30 kasus, dan tahun 2017 sebanyak 34 kasus,” tukasnya.

(Joko)

Open this in UX Builder to add and edit content