Mbah Senen Hidup sangat Memprihatinkan Dibalik Kumpulan Rumah Anggota Dewan

Nglipar, Suaragunungkidul.com-Kehidupan yang harus dijalani oleh Mbah Senen (70) warga Padukuhan Kedungpoh Tengah, Desa Kedungpoh, Kecamatan Nglipar sungguh sangat memprihatikan. Bagaimana tidak, dalam masa senjanya, lelaki renta ini harus hidup sendiri dengan kondisi yang cukup menyayat hati. Dibalik itu, rumah reyot milik Mbah Senen terbuat dari bambu (gedek) yang berukuran 4 X2 meter dikepung rumah anggota dewan, baik propinsi maupun kabupaten.

Kemana mereka selama ini? Apakah tidak merasa tertampar mukanya, karena Mbah Senen dalam menjalani hidupnya dengan kondisi yang memprihatinkan itu sudah puluhan tahun.

Pertanyaan ini dilontarkan salah satu politisi di Gunungkidul yang tidak mau menyebut namanya.

Menurutnya, sebagai wakil rakyat hal ini seharusnya menjadikan prioritas para dewan sebagai wakil rakyat.

“Paling tidak memberikan solusi, bagaimana bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah, baik PKH, KIS, atau bantuan lainya, tetapi yang saya dengar bantuan-bantuan yang seharusnya Mbah Senen dapatkan, justru malah tidak sama sekali,” ujarnya ketus, Kamis, 28/03/2019.

Padahal, lanjut dia, di wilayah itu sendiri ada 3 anggota dewan yang duduk di propinsi maupun kabupaten.

“Kalau saya malu, merasa ditampar muka saya, ketika didepan mata saya masih ada warga yang kehidupanya sangat miris, sedangkan saya seorang wakil rakyat,” celotehnya.

Pilitisi ini juga mengkritisi Pemerintah Desa Kedungpoh yang selama ini hanya diam seribu basa. Pemdes seharusnya tanggap dengan kondisi masyarakatnya.

“Anggaran di desa cukup besar, apa tidak bisa disempilkan sedikit anggaran untuk memperbaiki rumah Mbah Senen?,” kritiknya.

Atau paling tidak memberikan solusi, lanjut dia, misalkan tidak punya KTP maupun KK dibantu diusahakan, bagaimana caranya supaya punya KTP dan KK. Dengan itu, Mbah Senen bisa diusulkan supaya mendapatkan bantuan dari pemerintah, seperti yang lain.

“Jangan setelah diberitakan, Pemdes dan anggota dewan baru bingung, sebelumnya pada kemana?,” politisi kritis ini mengakhiri.

Sementara itu Kepala Desa Kedungpoh, Kecamatan Nglipar, Mugiharto, mengakui bahwa warganya hidup dalam kondisi yang memprihatinkan.

Namun ia tidak bisa berbuat banyak memberikan solusi, lantaran yang bersangkutan tidak punya KTP.

“Sudah pernah mau dibuatkan KTP, tetapi Mbah Senen tidak mau,” ujarnya, dalam minggu-minggu ini.

Namun menurutnya, rumah Mbah Senen sudah dianggarkan dari desa mendapatkan bedah rumah RTLH untuk anggaran tahun 2019.

“Saat ini akan saya percepat pembangunan bedah rumahnya, anggaran bisa ditukar dengan yang lain,” ujarnya.

(Joko)

Open this in UX Builder to add and edit content