Ratusan Adat dan Tradisi masih Dilaksanakan di Daerah Istimewa Yogyakarta

Wonosari, Suaragunungkidul.com-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selain dikenal sebagai kota pelajar, juga sebagai kota budaya. Terbukti dari 4 kabupaten dan 1 kota, terdapat 400 lebih adat dan tradisi yang masih dilaksanakan oleh kalangan masyarakat Yogyakarta.

Seperti diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DIY, Aris Eko Nugroho, SP, M.Si dalam sambutanya acara festival adat DIY tahun 2019, yang dipusatkan di alun-alun Wonosari, Sabtu, 30/03/2019.

DIY layak disebut sebagai kota budaya, karena berdasarkan data yang dimiliki dari 5 kabupaten/kota, terdapat 400 lebih adat tradisi yang masih dijalankan oleh masyarakat.

“Ini menunjukkan, DIY patut disebut gudangnya kebudayaan, adat dan tradisi yang dimiliki ini sebagai modal daalam upaya mempromosikan kepada masyarakat umum dan wisatawan,” terang Aris.

Oleh karena itu, lanjut dia, Pemerintah Propinsi DIY, melalui Dinas Kebudayaan telah berusaha menyalurkan dana stimulan dari Danais guna terselenggaranya festival adat di masing-masing kabupaten atau kota. Untuk memberikan wadah bagi para pegiat seni adat dan tradisi, dalam rangka ikut mangayubagyo jumenengan 30 tahun Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Festival yang mengangkat tema memperkenalkan dan ikut andil dalam pelestarian adat dan tradisi di masing-masing daerah itu, sebagai juara I, Upacara Adat Grebeg Bekda Mangiran dari Kabupaten Bantul.

Kemudian juara II dari Kabupaten Gunungkidul yang mengangkat Upacara Babat Jalan Giring. Disusul oleh Kabupaten Kulonprogo yang mengangkat tradisi Kutukan Sunan Geneng.

Sementara Kota Yogyakarta menduduki peringkat IV, dengan mengangkat cerita tradisi Karangkitri. Sedangkan penyajian adat Labuhan Merapi “Kala Murdha” dari Kabupaten Sleman berada di peringkat terakhir.

Kepala Bidang Pemeliharaan dan Pengembangan Adat, Tradisi, Lembaga Budaya dan Seni, Dinas Kebudayaan Propinsi DIY, Dra, Y. Eni Lestari Rahayu, mengungkapkan, para kontingen penyaji mendapatkan plakat dan uang pembinaan yang bersumber dari Dana Keistimewaan (Danais).

Penyaji unggulan 1 mendapatkan plakat dan uang pembinaan Rp 12 juta.
Penyaji unggulan II mendapatkan plakat dan uang pembinaan Rp 10 juta.
Penyaji unggulan III mendapatkan plakat dan uang pembinaan Rp 9 juta.
Penyaji harapan I mendapatkan plakat dan uang pembinaan Rp 8 juta.
Penyaji harapan II mendapatkan plakat dan uang pembinaan Rp 7 juta.

(Joko)