Geger! Gagalnya Rapat Paripurna DPRD Gunungkidul, Sugito Ancam Pimpinan Rapat

Wonosari, Suaragunungkidul. com-Kisruh anggota dewan terkuak ketika sudah berulang kali rapat paripurna tidak memenuhi quorum. Kali ini , Senin, 08/04/2019, rapat paripurna DPRD Kabupaten Gunungkidul tentang penyampaian pandangan fraksi-fraksi DPRD terkait tiga Raperda terpaksa dibatalkan, lantaran tidak memenuhi quorum. Ketua Fraksi PDIP, Sugito, berang, bahkan mengancam pimpinan rapat Paripurna DPRD Gunungkidul.

Ancaman politisi Partai PDIP ini disampaikan dihadapan Ketua DPRD Gunungkidul, Demas Kursiswanto, yang sekaligus menjadi pimpinan rapat paripurna. Juga dihadapan para anggota dewan yang hadir, Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah, S.Sos, Sekda Gunungkidul, Ir. Drajad Ruswandono, MT, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga dari Forkopimda Gunungkidul.

Dikatakan Sugito, kejadian semacam ini tidak hanya satu kali dia kali.

“Kejadian ini sangat memalukan,” ujarnya ketus.

Menurutnya, persoalan ini muncul, karena tidak adanya koordinasi. Ini menyangkut tanggungjawab kepada bangsa dan negara, menyangkut keuangan daerah, menyangkut uang rakyat, tidak bisa dibuat semena-mena saja.

Dia paham, pada saat-saat seperti ini ada kampanye, namun yang ia sayangkan, kenapa tidak ada koordinasi.

“Saya sudah berulangkali menyarankan, ayo kita perbaiki, tapi nyatanya tidak ada tanggapan,” jelasnya.

Dikatakan Sugito, pimpinan saja tidak ada yang datang kecuali ketua. Penundaan rapat tidak akan menyelesaikan masalah.

“Kalau pimpinan nanti terpaksa memaksakan semacam ini, akan kita koreksi pelanggaran hukumnya, jangan main-main terkait dengan ini, ” ancam nya.

Sungguh memalukan, masih sambung Sugito dengan nada tinggi.

Menurutnya, ia sudah seringkali menyarankan, untuk duduk bersama antara kepala daerah dengan dewan. Tetapi sekali lagi ini tidak pernah dilaksanakan.

“Jangan dikira saya tidak mengantongi pelanggaran hukumnya, saya tegas kalau tidak bisa mengambil sikap, pelanggaran terpaksa akan saya sampaikan,” masih ancam Sugito tanpa menyebut pelanggaran hukumnya.

Menurutnya hal semacam ini tidak hanya kali ini saja, ia mencohtohkan, Konsinering, bimtek, rapat paripurna juga seperti ini.

“Di medsos muncul kata ugal-ugalan, kita ini lembaga terhormat, mari kita introspeksi, ” Imbuhnya.

Ia minta supaya hal ini tidak disikapi ringan. Oleh karena itu, Sugito setuju kalau Banmus ditinjau kembali. Kemudian ketua, wakil ketua, semua pimpinan, baik pimpinan fraksi maupun pimpinan komisi, musyawarah bersama.

“Sepanjang tidak mau melaksanakan ini, saya akan menggunakan hak hukum saya, ” ancam Sugito lantang.

(Joko)