Rapat Paripurna DPRD Gunungkidul Gagal Lantaran tidak Quorum

Wonosari, Suaragunungkidul.com-Lagi-lagi rapat paripurna DPRD Gunungkidul tidak memenuhi quorum. Rapat paripurna pandangan umum fraksi-fraksi tentang 3 Raperda gagal dilaksanakan lantaran tidak memenuhi quorum.

Rapat paripurna DPRD Kabupaten Gunungkidul, penyampaian pemandangan umum Fraksi-fraksi terhadap tiga rancangan Peraturan Daerah diselenggarakan di Gedung DPRD Kabupaten Gunungkidul, Senin, 08/04/2019.

Semula rencana dijadwalkan pukul 09.00 WIB molor hinggai pukul 10.48 WIB. Itupun hanya dibuka sebentar dan ditutup kembali, oleh pimpinan rapat Demas Kursiswanto, karena anggota dewan yang hadir hanya berjumlah 15 orang. Seharusnya sesuai tatib DPRD Kabupaten Gunungkidul harus setengah plus satu, yaitu minimal ada 23 anggota dewan yang hadir.

Inisiatif Ketua DPRD Gunungkidul yang sekaligus pimpinan rapat mengusulkan rapat diskors terlebih dahulu, karena belum memenuhi syarat.
Namun dari Fraksi Demokrat, Eko Rustanto menyanggah, supaya rapat paripurna tidak diskors tapi ditunda hari berikutnya.

Eko Rustanto, Fraksi Demokrat

“Karena banyak anggota dewan yang mengikuti kampanye, dan tidak mungkin untuk bisa quorum, maka kami dari Fraksi Demokrat mengusulkan untuk ditunda, rapat paripurna hari ini,” usul Eko.

Walaupun dipaksakan, lanjut Eko, ditunda sesuai dengan tata tertib tidak mungkin akan memenuhi syarat (quorum), karena tidak mungkin juga jadwal kampanye ditunda.

Politisi Partai Demokrat ini juga menyarankan, karena besok ada undangan rapat paripurna, terkait dengan jawaban Bupati Gunungkidul, maka Banmus supaya mereview ulang kegiatan-kegiatan dewan.

Anggota Dewan dari Fraksi PAN, Dody Wijaya, yang turut hadir dalam rapat paripurna menyayangkan banyaknya anggota dewan yang tidak menghadiri rapat.

“Walaupun ada alasan kampanye, tetapi tidak semua partai hari ini kampanye, jika yang lain (tidak kampanye) datang pasti sudah nemenuhi quorum,” ujarnya.

Sementara itu, Sekkretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kabupaten Gunungkidul, Agus Hartadi mengatakan bahwa semua jadwal sidang jauh-jauh hari sudah dibuat Banmus DPRD.

“Tindak lanjut dari Banmus itu pimpinan atau Ketua DPRD membuat undanganya, dan Sekwan yang menyampaikan,” ujar Agus.

Pihaknya, menurut Agus tidak bisa memaksakan kepada dewan. Hanya sebatas menyampaikan undangan rapat paripurna.

Ditambahkan Agus, bahwa rapat paripurna DPRD Kabupaten Gunungkidul, penyampaian pemandangan umum Fraksi-fraksi terhadap rancangan Peraturan Daerah tentang,

  1. Penyelenggara Pengujian Kendaraan Bermotor.
  2. Perubahan Perda No 2 tahun 2011, tentang retribusi pengujian kendaraan bermotor.
  3. Perubahan bentuk badan hukum dari Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat Bank Daerah Gunungkidul.

(Joko)

Open this in UX Builder to add and edit content