Rapat Molor dan tidak Quorum, apapun Alasannya Hal itu sangat Mencederai Hati dan Kepercayaan Rakyat

Wonosari, Suaragunungkidul.com-Rapat Paripurna DPRD Gunungkidul yang sering molor lantaran tidak quorum, bahkan sampai gagal dilaksanakan rapat paripurna, mendapat sorotan banyak kalangan. Apapun alasannya hal itu sangat mencederai hati dan kepercayaan rakyat.

Seperti diungkapkan Budi Utomo, mantan Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul, pereode 2013-2014 ini.

Budi Utomo sangat menyayangkan ketidakdisiplinan Anggota DPRD Gunungkidul yang beberapa kali tidak memenuhi quorum dalam rapat paripurna.

“Apapun alasannya hal itu sangat mencederai hati dan kepercayaan rakyat,” terangnya, Selasa, 09/04/2019.

Budi mengakui, memang suasana menjelang Pemilu sangatlah khusus. Oleh karenanya menurut dia, dibutuhkan kepintaran tersendiri bagi DPRD Gunungkidul untuk mengatur irama kerja.

“Jadwal yang menentukan Badan Musyawarah DPRD,” tukas dia.

Semestinya, lanjut Budi, bisa diatur sedemikian rupa sehingga bisa menghindari suasana dan keadaan yang bisa menyebabkan rapat menjadi tidak quorum, yang akhirnya gagal.

Sebenarnya banyak cara, semestinya pimpinan DPRD dapat mengambil langkah-langkah tegas dalam mendisiplinkan anggota nya.

“Salah satu yang sangat efektif adalah anggota yang bolos rapat maka tidak dijinkan mengikuti agenda kegiatan ke luar daerah,” mantan politisi PDIP ini mencontohkan.

Kritikan pedas juga pernah dilontarkan Suharno, S.E., yang juga mantan Ketua DPRD Gunungkidul. Namun ternyata kritikan mantan ketua dewan itu juga tidak membuat jera. Terbukti rapat paripurna hari Senin kemarin, 07/04/2019 terkait penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi
tiga raperda, anggota dewan tetap mangkir, tidak hadir pada saat sidang tentang rakyat.

“Apa tidak ugal ugalan kalau seperti itu, mau pakai bahasa apa lagi kalau tidak ugal ugalan,” tanya Suharno.

Ditambahkan, memang pimpinan harus punya legitimasi, kasian rakyat.

“Sebenarnya yang pantas memang Pak Gito yang ganti saya,” kelakarnya.

(Joko)