BPR BDG Akhirnya Mengundang Solidaritas Paguyuban Kepala Desa untuk Membangun Silaturahmi dan Komunikasi

Wonosari, Suaragunungkidul.com- Solidaritas Paguyuban Kepala Desa se-Kabupaten Gunungkidul beraudensi dengan Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah, S.Sos terkait pelayanan PD BPR BDG, Senin, 08/04/2019. Berdasarkan hal itu, pihak BDG merespon cepat, Jumat, 12/04/2019, PD BPR BDG mengundang Solidaritas Paguyuban Kepala Desa untuk silaturahmi dan komunikasi kedua belah pihak dalam rangka membangun BDG kedepan lebih baik.

Bertempat di Kantor Pusat BPR BDG, Jalan Brigjend Katamso No 49, Wonosari, Solidaritas Paguyuban Kades se-Gunungkidul menyampaikan hal yang sama dengan apa yang sudah disampaikan kepada Bupati Gunungkidul. Terkhusus masalah pelayanan Bank PD BPR BDG.

Dalam pertemuan itu, apa yang disampaikan oleh Solidaritas Paguyuban Kades ditanggapi langsung oleh Direktur Bank BDG, Rini Widiyanti.

Rini Widiyanti menyampaikan bahwa intinya semua aspirasi dari Solidaritas disambut positif. BDG akan terus berkomitmen dalam memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat Gunungkidul dan berkomitmen dalam mendukung pertumbuhan perekonomian di masyarakat.

“Perbaikan pelayanan dan peningkatan fasilitas terus menerus kami lakukan guna memberikan pelayanan yang terbaik,” terang Rini Widiyanti.

Dengan adanya forum silaturahmi seperti ini, sambung dia, diharapkan komunikasi akan terjalin lebih baik. Sehingga sinergi antara Kepala Desa, perangkat desa dengan PD BPR BDG akan semakin terbangun.

Apalagi BPR BDG, imbuhnya, sudah sering mendapatkan prestasi penghargaan.
Penghargaan prestisius tersebut tentunya merupakan sesuatu kebanggan bagi PD. BPR BDG yang telah berperan serta menggerakan sektor perekonomian di Kabupaten Gunungkidul.

Sementara itu, Sutiyono, Ketua Solidaritas Paguyuban Kades se-Gunungkidul, ketika dihubungi menyampaikan bahwa, pihak BDG menanggapi aspirasinya dengan sangat terbuka.

“Diterima dengan baik dan berkomitmen untuk memperbaiki dan akan memenuhi aspirasi yang kami sampaikan, syukur bisa tahun ini bisa terpenuhi,” ungkap Sutiyono.

Selain itu, BDG mengakui bahwa Bank ini (BDG) adalah aset pemerintah Gunungkidul dan yang ikut andil besar adalah dari 144 desa di Gunungkidul.

Sehingga sepakat, BDG akan berusaha meningkatkan kwalitasnya supaya bisa bersaing dengan bank konvensional, syukur bisa lebih.

“Dengan demikian solidaritas merespon positif, tinggal menunggu dan memantau realisasinya agar bisa terwujud,” harapnya.

(Joko)

Open this in UX Builder to add and edit content