MASA TENANG DILARANG KAMPANYE

Wonosari, Suara gunungkidul.com-Hingar bingar kampanye Pemilu 2019 berlangsung selama 7 bulan, dimulai tgl 23 september 2018 sampai dengan 13 April 2019. Selanjutnya KPU menetapkan 14-16 April 2019 sebagai masa tenang Pemilu 2019. Para peserta pemilu dilarang berkampanye dalam bentuk apa pun di masa tenang.

Menurut UU Pemilu No 7/2017, pasal 278 selama masa tenang, pelaksana, peserta, dan/atau tim kampanye pemilu presiden dan wakil Presiden dilarang menjanjikan atau memberikan imbalan kepada pemilih untuk: tidak menggunakan hak pilihnya, memilih pasangan calon, memilih partai politik peserta pemilu tertentu, dan memilih calon anggota DPR/DPRD/DPD tertentu.

Merujuk Pasal 523 ayat (2) juncto Pasal 4a278 ayat (2) UU Pemilu, sanksi jika melanggar larangan di atas yaitu pidana penjara paling lama 4 tahun dan denda paling banyak Rp 48 juta.

Selain itu KPU juga melarang pelaksanaan kampanye melalui media sosial. Melalui PKPU, KPU mengatur tentang larangan berkampanye di media sosial. Larangan itu tertuang dalam Pasal 53 ayat (4) PKPU No 23/2018.

Bawaslu akan mengawasi kampanye di media sosial pada masa tenang. Bawaslu bekerja sama dengan Kominfo untuk mengawasi iklan di media sosial.

Pasal 492 UU Pemilu, menyebut tentang ketentuan tindak pidana pemilu. Pasal itu berbunyi tiap orang yang dengan sengaja melakukan kampanye pemilu di luar jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 tahun dan denda paling banyak Rp 12 juta.

Slamet, SPd. MM
Anggota DPRD DIY