Dalam Waktu yang Hampir Bersamaan, 4 Orang Tersengat Listrik di Dua Tempat yang berbeda

Nglipar, Suaragunungkidul.com-Dalam waktu satu hari, dan dalam waktu yang hampir bersamaan 4 orang tersengat listrik di dua tempat yang berbeda, Kamis 18/04/2019. Ke 4 orang tersebut dilarikan ke klinik dan rumah sakit karena mengalami luka bakar.

Informasi yang diperoleh, kejadian pertama menimpa 3 orang di RT 01/04, Dusun Kedungpoh Tengah, Desa Kedungpoh, Kecamatan Nglipar. Ketika itu para korban akan mendirikan pengeras suara (corong) yang tiangnya terbuat dari besi. Pengeras suara yang didirikan, bermaksud untuk menyetel ayat-ayat suci al Qur’an, lantaran tetangganya yang bernama Rusmiyati meninggal dunia.

Sumarti, salah satu keluarga korban yang meninggal, mengatakan, peristiwa terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Berawal ketika mau mendirikan tiyang pengeras suara. Karena dianggap berat, maka tiang pengeras suara tersebut didirikan 3 orang, diantaranya, Teguh Wiyono, Supriyono dan Edi Saryatno, ketiganya merupakan warga setempat.

Pada saat mendirikan tiang corong tersebut, lanjut Sumarti, tiyang menyenggol kabel listrik tegangan tinggi. Karuan saja ketiga orang tersebut terkapar, terpental hingga beberapa meter dari lokasi kejadian. Bersamaan dengan itu, ada suara ledakan yang keras, karena travo yang dekat dengan TKP meledak.

Ketiganya mengalami luka bakar di kakinya dan langsung dilarikan ke klinik dan rumah sakit.
Teguh Wiyono dan supriyono dibawa ke Klinik Mitra Husada, Gojo, Kedungpoh. Sedangkan Edi Saryatno yang mengalami luka cukup serius dilarikan ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Wonosari.

“Sampai saat ini Pak Edi masih dirawat dirumah sakit, sementara Pak Teguh dan Supriyono sudah diperbolehkan pulang,” tutup Sumarti.

Samiyono sedang menjalani perawatan di rumah sakit

Sementara itu ditempat berbeda, pada waktu yang hampir bersamaan, Samiyono (56) warga Rt 04, Rw 04, Dusun Manggung, Desa Ngalang, Kecamatan Gedangsari juga tersengat listrik pada saat menaiki pohon kleresede untuk mencari daun untuk pakan ternak.

Informasi yang dikumpulkan, Samiyono sekitar pukul 07.00 WIB memotong batang kleresede untuk pakan kambing. Namum na’as baginya, karena ujung daun kleresede tersangkut di jaringan listrik, Samiyono jatuh terpental dan terbakar kakinya hingga mengeluarkan asap.

Akibatnya, korban tidak sadarkan diri, dan langsung dibawa ke RS Nur Rohmah, Gading, Playen, untuk mendapatkan pertolongan.

(Joko)