Demi Keamanan dan Kenyamanan Pengguna Jalur Wonosari – Tepus ( Alas Baon ) Pemuda Hargosari Rela Menyisir Hutan Hingga Dini Hari

Tanjungsari,Suaragunungkidul.com – Merebaknya kejadian pelemparan dan penghadangan oleh oknum tak bertanggung jawab di jalur Wonosari – Tepus tepatnya di Alas Baon membuat para pemuda empat pedukuhan,Mojo,Candi,Timun dan Pakel  Desa Hargosari gerah karena akibat ulah oknum tak bertanggung jawab jalur yang selama ini aman dan nyaman jadi sedikit terganggu dan membuat isu tidak baik apalagi dalam waktu dekat jalur tersebut bakal dilalui oleh pemudik maupun tourist yang akan berkunjung ke pantai selatan.

Menyikapi hal tersebut dan sekaligus ingin mengetahui siapa oknum pelaku yang merusak citra pariwisata Gunungkidul para pemuda Hargosari khususnya empat pedukuhan berinisiatif melakukan patroli dengan menyisir hutan lindung hingga dini hari bukan hanya patroli para pemuda juga selalu memantau di titik – titik lokasi yang di perkirakan tidak aman dengan cara melihat dari persembunyian yang tidak tampak oleh pantauan oknum yang akan melakukan perbuatan tidak baik di wilayah jalur Ngingrong sampai batas Desa Hargosari.


Salah satu perwakilan pemuda yang dikonfirmasi wartawan Suaragunungkidul.com Jumat malam 24/05/2019 Yono Gonrong membenarkan aksi tersebut menurutnya inisiatif ini muncul karena rasa kepedulian dan penasaran siapa dan apa tujuan orang yang melakukan perbuatan tersebut,karena selama ini informasi yang kami dapatkan dari mulut ke mulut sering terjadi namun tak satupun kejadian sampai memakan korban akan tetapi apabila sekedar iseng mengapa hal ini sering dilakukan.

“Kami melakukan ini karena perduli atas keselamatan penghuna jalan,walau memang belum ada yang menjadi korban secara fatal misalnya sampai terluka atau kehilangan harta benda namun sangat meresahkan penguna jalan,kami penasaran sebenarnya motifnya apa dan pelakunya siapa,” terang Yono.


Perlu diketahui jalur Wonosari – Tepus khususnya dari Gua Ngingrong Desa Mulo sampai batas Desa Hargosari memang tidak ada lampu penerang jalan sehingga jalan tersebut gelap banyak tikungan tajam dan samping kanan kiri di penuhi pohon jati dan semak belukar karena memang area tersebut masuk wilayah hutan lindung milik kehutanan sehingga pengguna jalan harus ekstra hati – hati untuk melaluinya akibat kondisi seperti itulah maka sering di manfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk melakukan hal – hal jelek juga iseng terhadap pengguna jalan.


Yono gondrong menambahkan bila dirinya dan teman – teman pemuda empat pedukuhan akan terus melakukan hal itu terutama mendekati libur lebaran idul fitri 1440 H yang tinggal sebentar lagi agar kesan jalur tersebut rawan hilang dari asumsi pengguna jalan dan masyarakat umum sehingga para pemudik dan pengunjung pantai selatan aman dan nyaman melaluinya tidak wasa – was,Yono juga berharap kepada pihak terkait untuk memperhatikan penerangan jalan agar kesan gelap dan seram tidak ada lagi.

“In Sha Allah kami akan terus lakukan patroli dan pantau jalur tersebut apalagi ini mendekati libur lebaran kami tidak ingin terjadi hal – hal yang tidak diinginkan pada pengguna jalan,selain itu kami ingin kesan rawan hilang dari pandangan masyarakat pengguna jalan maupun masyarakat umum,” tambah Yono.


Sekitar 15 – 20 orang pemuda yang menyisir hutan tampak kelelahan saat di temui wartawan karena mereka baru saja turun naik gunung sambil menyusuri hutan seakan resiko tidak mereka hiraukan bahwa dalam perjalanan menyisir hutan bisa saja mereka menemui binatang buas,ular dan lain – lain,namun demi keamanan dan kenyamanan pengguna jalan mereka rela lakukan sampai dini hari pukul 02.00 WIB.( Wawan )