Hebat! Komunitas Loro Blonyo, Baru Saja Dibentuk, Sumbang Puluhan Tangki Air Bersih

Wonosari, Suaragunungkidul.com-Alumni Universitas Gajah Mada yang secara spontan membentuk Komunitas Loro Blonyo Yogyakarta, mengadakan Baksos menyumbangkan air bersih di Wilayah Gunungkidul, Senin, 15/07/2019. Komunitas yang terbentuk kurang dari satu Minggu ini langsung memberikan bantuan air bersih ke Gunungkidul berjumlah 50 tangki air bersih untuk daerah yang dilanda kekeringan.

Salah satu anggota dan pengurus Komunitas Loro Blonyo, Kusharjono, mengungkapkan, komunitas yang secara spontanitas terbentuk memikirkan apa yang bisa diperbuat untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Kebetulan di Wilayah Gunungkidul membutuhkan air bersih, kami berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul, dimana saja yang sekiranya membutuhkan air bersih,” ungkapnya, Senin, 15/07/2019.

Menurutnya, sumbangan air bersih yang berjumlah 50 tangki akan disumbangkan di dua Padukuhan, yakni Padukuhan Jeruken dan Pekajen, Desa Girisekar, Kecamatan Panggang.

“Hari ini sudah mulai akan kita kirim,” ujarnya.

Ia berharap, bantuan air bersih yang diperbantukan melalui BPBD bisa bermanfaat untuk daerah yang membutuhkan.

Ditambahkan, dalam waktu dekat ini Komunitas yang baru saja dibentuk juga akan menyalurkan air bersih ke daerah lain, tidak hanya di Wilayah Panggang.

“Termasuk hari ini kita juga akan memberikan bantuan pompa air,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gunungkidul, Edy Basuki mengucapkan terimakasih kepada komunitas Loro Blonyo yang hari ini sudah membantu air bersih di Wilayah Panggang.

Terkait penentuan bantuan supaya tidak salah sasaran, Edy, menjelaskan, untuk pihak swasta sudah diberikan peta wilayah yang mengalami kekeringan di Wilayah Gunungkidul. Namun demikian apabila pihak penyumbang akan memberikan bantuan di daerah tertentu, akan diarahkan dari BPBD sesuai permintaannya.

Edy juga menjelaskan, bahwa masalah kekeringan sudah hampir merata di 14 kecamatan. Namun demikian, yang mengajukan permohonan bantuan air bersih ke BPBD Kabupaten Gunungkidul secara resmi baru 8 kecamatan.

Beberapa kecamatan belum mengajukan permintaan air bersih, lantaran ketersediaan tangki di masing-masing kecamatan masih ada.

“Jadi akan menggunakan dananya sendiri dari kecamatan tersebut,” terangnya.

Dengan perkiraan puncak musim kemarau pada bulan Agustus 2019, BPDB Kabupaten Gunungkidul sudah menganggarkan untuk droping air bersih sampai bulan Oktober 2019.

“Total keseluruhan ada 7700 an tangki air bersih, baik di kecamatan maupun Kabupaten dalam hal ini di BPBD Gunungkidul,” pungkas dia.

(Joko)