Penobatan Gunung Sewu Unesco Global Geopark, akan Menyelenggarakan Geopark Night Specta 4.0

141

Patuk, Suara Gunungkidul.com-Pada tahun keempat peringatan penobatan Gunung Sewu Unesco Global Geopark, Dinas Pariwisata DIY dan Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul akan menyelenggarakan Geopark Night Specta 4.0 di Kawasan Geosite Gunung Api Purba, Patuk, Wonosari, Gunungkidul.

Aria Nugrahadi, Kabid Pengembangan Destinasi Wisata Dispar DIY, menyampaikan dalam acara “Geopark Night Specta 4.0″ yang di gelar tanggal 19 Juli 2019, akan ditampilkan pertunjukan musik.

Alasannya, pertunjukan musik dipilih dengan anggapan sebagai ‘ bahasa paling universal ‘ untuk menyampaikan maksud dalam mempertahankan konsep perlindungan, pendidikan serta pembangunan berkelanjutan, kepada generasi milenial.

Dalam acara “Geopark Night Specta 4.0” dengan menghadirkan bintang tamu nasional dan lokal, antara lain Erix ‘Soekamti’, Gaseng ‘OmWawes’, Nufi Wardhana, dan Nanda Chandra, serta penampilan seni tari tradisi khas Gunungkidul.
.
Selain itu, lanjut dia, dalam acara “Geopark Night Specta 4.0” juga akan diberikan penghargaan Gunung Sewu Award kepada para kelompok masyarakat yang berperan aktif dalam pengembangan situs warisan geologi yang terdiri dari 5 nominasi yaitu :
Nominasi pertama “Pemenang Kategori Pilar Edukasi”, nominasi kedua “Pemenang Kategori Pemberdayaan Masyarakat”, nominasi ketiga “Pemenang Kategori Konservasi”, nominasi keempat “Pemenang Kategori Pemberdayaan Masyarakat di Kawasan Geopark” dan kelima “Pemenang Kategori Edukasi di Lembaga Pendidikan”.

“Saya berharap, dengan diselenggarakan even ini, Geosite Gunung Api Purba dapat lestari dan sustain menjadi tujuan wisata dan menimbulkan multiplier effect bagi Masyarakat Nglanggeran pada Khususnya dan Gunungkidul pada umumnya,” tutupnya.

Seperti diketahui, Kawasan Gunung Sewu masuk dalam Global Geopark Network (GGN) sejak diresmikan oleh UNESCO pada 21 September 2015. Selain itu kawasan karst Gunung Sewu merupakan kawasan paling istimewa di Jawa. Kawasan tersebut berbentuk conical hills, terdiri dari sekitar 40.000 bukit karst. Panjang kawasan ini mencapai 85 kilometer dengan luasan endapan gampingnya mencapai 1.300 kilometer persegi. Membentang dari Kabupaten Gunungkidul, Kabupaten Wonogiri, dan Kabupaten Pacitan dengan total 33 situs (site).

Kabupaten Gunungkidul memiliki 13 situs termasuk di dalamnya adalah Situs Gunung Api Purba Nglanggeran. Bertempat di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul. Strategi pembangunan keberlanjutan untuk Geosite di kawasan kabupaten Gunungkidul oleh Pemda DIY melalui Dinas Pariwisata DIY, Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, berkolaborasi dengan masyarakat

Gunung Api Purba Nglanggeran merupakan salah satu Geosite , yang juga dikenal sebagai destinasi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan baik domestik maupun manca negara, untuk menikmati berburu senja dan juga tracking Gunung Api Purba, merupakan daya tarik utama kawasan. Melalui geliat kepariwisataan ini, diharapkan dapat memperkenalkan kekayaan heritage Geosite Gunung Api Purba yang masuk menjadi bagian dari Gunung Sewu UNESCO Global Geopark kepada generasi milenial dan Global Geopark Gunung Sewu dapat terus diakui sebagai salah satu Geosite di Gunungsewu Unesco Global Geopark.

Daya tarik wisata lain yang dapat di kunjungi dan dirasakan di kawasan ini adalah Embung Nglanggeran, Air Terjun Kedung Kandang, dan yang terbaru adalah ruang pertunjukan panggung terbuka. Keramahan dan kenyamanan homestay yang tersedia dengan sensasi sajian kuliner khas melengkapi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung di kawasan ini.

(Joko)

loading...



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.