Ibu-ibu dan Pedagang Makanan Kecil Keluhkan Pedasnya Harga Cabai

13

Wonosari, Suaragunungkidul.com-Dampak melambungnya harga cabai mulai dirasakan masyarakat, akibatnya ibu-ibu dan para pedagang makanan kecil yang menggunakan bahan cabai mengeluhkan pedasnya hargai cabai yang melambung tinggi. Bahkan pedagang ada yang memilih tak lagi menyediakan cabai.

Suwartinah (45), ibu rumahtangga warga Giricahyo, Kecamatan Purwosari hanya bisa mengeluh setiap berbelanja kebutuhannya akhir-akhir ini. Kenaikan harga cabai dinilainya sudah tidak masuk akal.

Dikatakanya, belakangan ini uang belanjanya itu hanya bisa untuk membeli cabai dan sedikit kebutuhan lainnya.
Karena kenaikan harga cabai bisa sampai 100 persen lebih.

Kenaikan harga cabai tidak saja dikeluhkan ibu-ibu rumahtangga, pedagang kecil pun yang menggunakan bahan cabai juga mengeluhkan hal tersebut.

Winarni (30) pedagang makanan di Wonosari terpaksa tak lagi menyediakan cabai rawit sebagai pelengkap jajanan gorengan di warungnya. Sejak dua pekan lalu, ia mengganti cabai rawit dengan saus sambal dan juga kecap.

Dia mengatakan, kenaikan harga cabai sangat memberatkannya mengingat menu makanan yang dijualnya kebanyakan membutuhkan cabai.

Kalaupun toh harus menggunakan cabai,
ia memilih untuk mengurangi keuntungan dibandingkan menaikkan harga jual makanannya.

“Jadi, serba susah. Kalau menaikkan harga, pelanggan pasti protes,” tutup Winarni.

Salah satu pedagang Pasar Argosari, Wonosari, Supreh

Sementara itu, salah satu pedagang cabai dan sayur mayur di Pasar Argosari Wonosari, Supreh (58) mengungkapkan, harga Cabai kriting merah Rp 60 ribu, cabai merah kecil Rp 80 ribu, cabai kriting hijau 32 ribu.

Dia menuturkan, bukan hanya cabai yang harganya naik, yang lain pun ada yang ikut naik. Timun 1 Kg biasanya Rp 3 ribu naik menjadi Rp 9 ribu, boncis yang biasanya hanya 6 ribu per kilonya naik menjadi 10 ribu.

Wortel dan bawang juga mulai naik meskipun dirasanya masih masuk akal. Ia mengaku pendapatan setiap harinya mulai mengalami penurunan seiring naiknya harga bahan pokok.

Ia berharap kenaikan harga cabai segera teratasi. Jika berlangsung lebih lama, ia khawatir pendapatannya akan semakin berkurang.

“Semoga pemerintah bisa menurunkan harga cabai, biar penjual enggak ngap-ngapan,” pungkas dia.

Seperti diketahui, Kementerian Pertanian (Kementan) sebelumnya menyampaikan, akan ada panen raya cabai pada 25 Juli di beberapa sentra produksi. Jika panen tersebut berlangsung, harga cabai di pasaran dipastikan kembali normal.

(Joko)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.