ACT Kucurkan Ratusan Tangki Air Bersih Guna Tanggulangi Dampak Kekeringan di Gunungkidul

1

Wonosari, Suaragunungkidul.com-Semakin meluasnya dampak kekeringan yang melanda Kabupaten Gunungkidul, membuat Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) merespon lebih masif. Sedikitnya 500 tangki air bersih target ACT tahun 2019 untuk membantu warga Gununekidul yang tengah dilanda kekeringan.

Hal ini diungkapkan Bagus Suryanto, Kepala Cabang ACT DIY, disela-sela  acara pelepasan belasan truk tangki air bersih yang dilakukan bersama Bupati Gunungkiful, Hj. Badingah, S.Sos.

Bantuan air bersih ini ACT DIY berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul khususnya dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul.
Lebih jauh Bagus Suryanto menjelaskan, pada prinsipnya bantuan air bersih ini merupakan droping air yang sudah kesekian kalinya sejak bulan Juni 2019 lalu, dan saat ini merupakan draping air yang ke 15.

”Harapannya program ini bisa memenuhi kebutuhan air masyarakat Gunungkidul, sekaligus ini sebagai
peresmian program humanity mobile water tank,” ujarnya.

Setelah dilepas, sebanyak 12 truk tangki tersebut selanjutnya akan langsung melakukan draping air bersih tersebar di 22 kecamatan.

Diantaranya Kecamatan Nglipar, Patuk, Gedangsari, Semin, Ngawen, Karangmojo, Ponjong, Tepus, Rongkop, Tanjungsari dan Semanu.

Walaupun begitu, lanjut Bagus, program draping air bersih ini bukan merupakan solusi bagi masalah kekeringan tahunan yang melanda Gunungkidul.
Droping air bersih adalah bentuk respon darurat  untuk menyediakan air bagi masyarakat, tentunya pihaknya tidak tinggal diam ketika melihat ada masyarakat yang terpaksa menjual hasil ternak.

“Itu dilakukan hanya untuk membeli air untuk kebutuhan sehari hari,” terangnya.

Selain program draping air bersih, lanjut dia, secara perlahan ACT melalui brand Global Wakaf juga membangun belasan sumur wakaf di Kabupaten Gunungkidul untuk membantu mangatasi bencana kekeringan setlap tahunnya.

Menurutnya, hingga saat ini sumur wakaf yang sudah terbangun sebanyak 18 titik di Gunungkidul dan
sekitarnya, dan akan terus dibangun dengan target dua sumur per bulan.
Pembuatan per sumur wakaf dengan kedalaman 60-100 meter.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Hj.Badingah, S.Sos menyambut baik dan mengapresiasi kepada ACT yang sudah banyak peduli kepada warga masyarakat Gunungkidul.

“Saya mewakili warga masyarakat Gunungkidul merasa berterima kasih sekali dengan kepedulian ACT untuk membantu warga masyarakat yang mengalami kekeringan di Gunungkidul,” terangnya.

Apalagi ACT sudah banyak menyumbangkan sumur wakab yang bisa mengatasi dan memecahkan masalah kekeringan di Gunungkidul dalam jangka panjang.

“Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih kepada ACT, semoga bantuan yang diberikan bisa mengurangi penderitaan masyarakat Gunungkidul,” pungkasnya.

(Joko)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.