Wonosari, Gunungkidul Siap menjadi Ibukota NKRI

Wonosari, Suaragunungkidul.com-Menanggapi Statment Politik Sekretaris Jendral (Sekjen) DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menyebut, jika tidak ada haluan negara, Ibukota bisa pindah ke Wonosari, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Wonosari, Gunungkidul siap menjadi Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal ini diungkapkan Endah Subekti Kuntariningsih selaku Ketua DPC PDI-P Gunungkidul, Sabtu, 17/08/2019, ketika menanggapi Statment Politik Sekretaris Jendral (Sekjen) DPP PDI Perjuangan tersebut.

Ia menyatakan, Wonosari Gunungkidul siap mjenjadi Ibukota NKRI, alasannya tanah yang luas dekat dengan Pantai.

“Selain itu, Yogyakarta punya History, pernah menjadi Ibukota Republik,” tegasnya.

Seperti dikutip dari detik.com, yang diunggah hari ini, Sabtu, 17/08/2019, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut rencana pemindahan ibu kota negara tidak lepas dari arah haluan negara. Dia menyebut, jika tidak ada haluan negara, ibu kota bisa pindah ke Wonosari, DIY.

“Jokowi telah mencanangkan Kalimantan sebagai ibu kota negara. Ini sebuah keputusan strategis atas kesadaran geopolitik, geostrategis jangka panjang, lima puluh, seratus tahun, bahkan muncul lebih. Ini kesadaran Indonesia sebagai poros maritim dunia,” kata Hasto saat pidato upacara HUT ke-74 RI di Lapangan Blok S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (17/8/2019).

Hasto menyebut adanya haluan negara bisa memastikan rencana pemindahan ibu kota itu nyata terlaksana. Bahkan, menurutnya, jika tidak ada haluan negara, rencana pemindahan ke Kalimantan bisa tidak terlaksana.

“Kalau tidak ada haluan negara, 2024 presidennya ganti, tiba-tiba ibu kota dipindahkan ke Wonosari, Gunungkidul, sana,” ungkapnya.

Dia mengambil contoh Jakarta bisa bagus, menurutnya, di zaman Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat, begitu juga Blitar bisa bagus lantaran dipimpin dengan baik. Namun, menurutnya, perencanaan haluan negara yang baik juga dibutuhkan untuk kemajuan.

“Untuk itu, mohon doa kita akan terus melakukan lobi politik sehingga amendemen terbatas benar-benar diabdikan untuk tujuan nasional kita, pentingnya haluan negara agar kita konsisten dalam berkemajuan membangun masa depan bersama,” ujar Hasto.

(Joko/sumber, Detik.com)