Sri Sultan Berharap OTT di Jogja merupakan yang pertama dan terakhir dalam sejarah Kota Yogyakarta

Wonosari, Suaragunungkidul.com-Operasi tangkap tangan ( OTT) yang dilakukan KPK terhadap jaksa Kejari Yogyakarta bersama tiga orang lainnya diduga terkait suap proyek membuat keprihatinan semua pihak. Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap OTT di Jogja ini merupakan yang pertama dan terakhir dalam sejarah Kota Yogyakarta.

Hal ini d diungkapkan Gubernur usai Apel Besar Pramuka ke-58 di Alun-alun Pemkab Gunungkidul, Selasa, 20/8/2019.

Sri Sultan mengakui sampai saat ini belum mendapatkan informasi secara resmi terkait operasi tangkap tangan (OTT) KPK, Senin, 19/8/2019.

“Saya enggak tahu persis ya, apakah betul atau tidak ya karena itu institusi,” ungkapnya.

Sinuwun juga menyayangkan jika benar yang ditangkap dalam OTT tersebut melibatkan Tim Pengawalan, Pengamanan, Pemerintahan, dan Pembangunan Pusat-Daerah (TP4D).

TP4D seharusnya melakukan pengawasan, mengontrol, kalau betul mestinya tidak terjadi hal itu.

Terkait sanksi kepada ASN yang juga terjaring OTT, Sri Sultan mengatakan, jika terbukti bersalah maka ASN yang bersangkutan akan diberikan sanksi.

“Saya berharap kejadian OTT di Yogyakarta oleh KPK merupakan yang pertama dan terakhir dalam sejarah Kota Yogyakarta,” pungkasnya.

Seperti pemberitaan dibeberapa media,
KPK melakukan OTT terhadap empat orang di Yogyakarta.

Empat orang yang ditangkap itu terdiri dari unsur jaksa, rekanan atau swasta, dan pegawai negeri sipil (PNS).
Dalam OTT tersebut KPK mengamankan sejumlah uang sekitar Rp100 juta.

(Joko)