10 September HPBD Sedunia, Imaji Ajak Semua Pihak Tidak Meremehkan Bunuh Diri

Wonosari, Suaragunungkidul.com –
Bunuh diri dengan cara gantung diri di Kabupaten Gunungkidul hingga saat ini menjadi permasalahan yang tak kunjung usai, Kamis (05/09/2019) lalu dalam sehari warga Gunungkidul di dua Kecamatan yakni Kecamatan Karangmojo dan Semanu melakukan aksi nekat gantung diri. Peristiwa tersebut membuat banyak kalangan merasa prihatin dan mengajak seluruh pihak tidak meremehkan bunuh diri, salah satunya yakni Yayasan Inti Mata Jiwa (Imaji).

Ketua Imaji Jaka Januwidiastha mengatakan 10 September merupakan Hari Pencegahan Bunuh Diri sedunia, peringatan tersebut membuat Imaji menyerukan kepada semua pihak baik Pemerintah, Organisasi Kemasyarakatan, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat serta Media untuk meningkatkan kepedulian terhadap upaya pencegahan dan penanggulangan bunuh diri di Gunungkidul sesuai kapasitas masing-masing.

“Selain itu kami berharap agar semua pihak untuk tidak meremehkan bunuh diri dan tidak mengolok-olok atau memberikan stigma buruk,”ujar Jaka saat pres release di salah satu rumah makan di Logandeng, Kecamatan Playen, Senin (09/09/2019).

Pihaknya menegaskan bahwa, pencegahan bunuh diri merupakan wujud  komitmen maayarakat global terhadap setiap upaya warga masyarakat. Bunuh diri adalah peristiwa kemanusiaan yang sesungguhnya merupakan resiko paling berat dan belum tertanganinya permasalahan jiwa yang sedang diderita seseorang.

“Peristiwa bunuh diri di Gunungkidul secara faktual masih menjadi masalah besar bersama”imbuh ketua lembaga pemerhati bunuh diri tersebut.

Sementara itu dokter ahli jiwa RSUD Wonosari Ida Rohmawati yang juga hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan, dampak peristiwa bunuh diri menjadi beban berat keluarga dan masyarakat yang tidak bisa dipandang remeh. Hal tersebut terjadi karena menjadi beban tersembunyi dan berpengaruh besar terhadap kesejahteraan psikologis serta keswadayaan masyarakat.

“Meningkatkan kerjasama bersatu padu dalam bentuk kegiatan masing-masing dengan tetap mengingat bahwa pembangunan Sumber Daya Manusia pada dasarnya adalah membangun jiwa raga secara utuh,”tandasnya.(wawan)