Memaksimalkan Layanan, Puskesmas Semin I Menyelesaikan Akreditasi Dari Kemenkes RI

Semin, Suaragunungkidul.com – Puskesmas(pusat kesehatan masyarakat) sangat penting peranannya dalam mewujudkan kesehatan masyarakat khususnya di desa.

Baru-baru ini Puskesmas Semin I telah di Akreditasi oleh kementrian kesehatan RI yang berlangsung tanggal 4-6 September 2019. Puskesmas 1 menyambut positif dan baik dengan kegiatan akreditasi ini kita di berikan rambu-rambu bagaimana kita bekerja dengan baik dan benar, sehingga efeknya adalah pasien bisa terlindungi dan kami pun juga terlindungi, hal itu di sampaikan kepala puskesmas Semin I Dwi Setyanto SKM saat di temui di kantornya senin (09/09/19).

Dwi mengungkapkan pihaknya terus berbenah untuk melakukan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat semin, walupun keluhan, komplen dan saran masih terus saja ada itu menjadi sebuah kewajaran.

“Kita sudah optimal dalam melakukan pelayanan pada masyarakat, walaupun komplein terus ada itu kan manusiawi pelayan juga manusia bisa cape juga mas, namun yang jelas kita tidak alergi dengan kritik atau komplein, semua kritik dan komplein kita dokumenkan, setiap saat setiap rapat mutu kita sampaikan kepada kawan-kawan. kita akan terus memperbaiki dan berbenah”. Katanya.

Dwi menambahkan saat ini puskesmas mengupayakan kenyamanan pasien, baik dari Saranan dan prasarana puskesmas. itu terlihat dari mulai di tertibkannya Rungan tunggu dan antri pasien, terdapat juga sarana bermain buat anak-anak.

“Saat ini kami sudah melakukan penataan di ruang tunggu dan antri pagi pasien, dari penambahan tempat duduk sampai sarana bermain anak-anak”. Imbuhnya.

Dwi juga menegaskan pihaknya masih memiliki program inovasi yang terus di jalankan, dan inovasi ini ada di karnakan kondisi yang berkembang di lapangan, salah satu program inovasi ialah Simbah Cekatan Laga di mana program ini menyasar bagi lansia agar terus melakukan cara hidup sehat, dan pemberian sertifikat bagi bayi yang memenuhi imunisasi lengkap. Hal ini di lakukan puskesmas semin Karna masih banyaknya penolakan imunisasi dengan alasan tertentu.

“Kami memiliki beberapa program inovasi yang sifatnya tidak latah, tapi merujuk dari permasalahan yang berkembang di masyarakat, salah satunya Simbah cekatan laga, program ini menyasar pada lansia untuk terus menjalani gaya hidup sehat, dengan mengkonsumsi buah, sayur dan juga melakukan aktivitas fisik (olahraga), kami juga akan memberikan sertifikat kepada bayi yang sudah melakukan imunisasi lengkap, Karna masih banyak orang tua yang menolak bayinya di imunisasi di karnakan alasan tertentu”. Pungkasnya.

Dwi berharap agar masyarakat semin terus meningkatkan kesadaran untuk menjaga pola hidup sehat, bukan hanya pada individu namun juga bagi keluarga dan lingkungan terdekat. (WAP)