Kelola Agrowisata, Karangtaruna “Sambi Ngguyu” Raup Puluhan Juta

, Suaragunungkidul.com-Karangtaruna “Sambi Ngguyu” Dusun Pampang, Desa Pampang, Kecamatan Paliyan tidak kehabisan akal untuk meraih pundi-pundi kekayaannya. Dengan mengelola Agro Wisata buah Semangka dan Cabai yang luasnya berhektar-hektar dapat meraup keuntungan puluhan juta rupiah.

Semenjak dibuka pada hari Rabu, 11/09/2019 kemarin sampai Jumat, 13/09/2019 sudah bisa menjual kwintalan semangka dengan nilai Rp. 42 juta rupiah.

Tidak heran, jika lahan tanaman semangka milik petani yang luasnya 17 hektar dan lahan tanaman cabai 5 hektar yang di kelola Karangtaruna “Sambi Ngguyu” bisa meraup keuntungan puluhan juta rupiah.

Rohmad Asnawi, Ketua Karangtaruna “Sambi ngguyu” mengungkapkan, pengelolaan Pasar Tani Agrowisata Pampang yang dilakukan adalah dalam hal pemasaran hasil tanaman buah semangka dan cabai.

Diceritakan Rohmad, bermula dari keluhan petani terkait harga buah semangka pada saat panen yang rendah.

“Harga semangka pada musim panen tidak sesuai dengan harapan petani, sehingga untuk menstabilkan harga, karangtatuna mengambil alih pengolaan pemasaran, hingga dibuatlah Pasar Argrowisata,” ungkap Rohmad, Sabtu siang, 13/09/2019.

Dalam pasar alami seluas belasan hektar ini, para tamu atau pembeli bebas melihat, memilih dan memetik buah semangka dan cabai yang akan dibeli.

Menurut Rohmad, antusias masyarakat sangat luar biasa, semenjak dibuka, pengunjung rata-rata 1000-1.500 orang.
Yang datang pun tidak hanya warga Gunungkidul, dari daerah lain juga banyak yang penasaran.

“Kemarin ada yang dari Sleman, Bantul, dan rata-rata pengunjung yang datang bisa dipastikan membeli buah semangka, kalaupun tidak membeli mereka bersama keluarga banyak yang selfi-selfi, dengan buah semangka ataupun ditanaman cabai,” ujarnya.

Pada musim kemarau, rasa buah semangka samgat manis, karena tidak terkena air hujan, menyiramnya khusus menggunakan air sumur ladang. Sehingga hasil buahnya juga luar biasa, buahnya besar-besar hingga mencapi 10 kg per buah.

“Rata-rata per buah beratnya antara 6 KG sampai 9 atau 10 KG,” ungkapnya.

Ada tiga jenis semangka yang dipasarkan, yakni semangka biji, non biji dan semangka Inul yang bentuknya bulat panjang. Namun demikian, masih kata Rohmad, semangka Inul kehabisan, lantaran banyak peminatnya.
Masalah harga tidaklah terlalu mahal, semangka biji dipatok harga Rp.3.500,- per kilonya, semangka non biji, Rp 6.500,- dan semangka Inul dihargai Rp.4.500,- per kilonya.

Ditambahkan, dalam pengelolaan Pasar Agrowisata semangka ini menguntungkan semua pihak, baik para petani maupun pengelolanya, yaitu karangtaruna.

“Karena bisa memprotek permainan para tengkulak yang membeli semangka dengan harga murah pada saat panen, sehingga harga tetap stabil, dan petani tidak dirugikan,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Bayu Prasetyo, Sekjen Karangtaruna Tingkat Kabupaten Gunungkidul, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Karangtaruna “Sambi Ngguyu”, karena dengan celah kegiatan Agro wisata pada saat musim kemarau ini bisa memberdayakan para pemuda.

” Memang tujuan karangtaruna, salah satunya pemberdayaan pemuda guna mengurangi kemiskinan, jadi kegiatan ini pas dengan tujuan kita,” ucapnya saat berkunjung ke Pasar Tani Agrowisata, di Dusun Pampang Desa Pampang, Kecamatan Paliyan.

(Joko)