Ombak Besar, Sedekah Laut Pantai Sadeng Ibu-ibu Dilarang Ikut Nglarung

Girisubo, Suaragunungkidul.com –
Upacara Sedekah laut yang dilaksanakan oleh masyarakat dan nelayan di wilayah Desa Songbanyu dan Desa Pucung Kecamatan Girisubo berlangsung meriah. Namun demikian ibu-ibu yang ikut dalam acara tersebut dilarang mengikuti larungan sesaji ke tengah laut lantaran ombak kawasan pantai selatan mengalami kenaikan.

“Ibu-ibu dimohon tidak ikut karena ombaknya besar, dikhawatidkan terjadi hal yang tidak diinginkan,”ujar pembawa acara.

Sementara itu Camat Kecamatan Girisubo Agus Riyanto mengatakan bahwa, sedekah laut merupakan bentuk wujud syukur kepada Tuhan. Pantai sadeng menurut Agus menjadi sumber penghidupan bagi nelayan dan masyarakat setempat, selain itu pantai Sadeng juga menjadi daya tarik tersendiri.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak atas teraelenggaranya acara sedekah laut ini,”ujarnya.

Senada dengan Camat Girisubo Kepala Dinas Kelautan Provinsi Daerah Istimwewa Yogyakarta (DIY) Bayu Mukti Sasongko mengamini bahwa potensi pelabuhan pantai Sadeng sangat besar. Hal tersebut dapat dilihat dari produksi ikan yang tiap tahunnya mencapai 4000 ton.

“Pelabuhan pantai Sadeng ini merupakan satu-satunya pelabuhan yang ada di DIY,”kata Bayu.

Setelah acara sambutan, acara larungan sesaji pun dilaksanakan memakai berbagai macam perahu ke tengah laut. Hingga setelah acara larungan sesaji dilanjutkan dengan ledekan.( Fajar R )