Melimpahnya Nektar, Sugeng bisa Raup Penghasilan puluhan juta sekali Panen

Nglipar, Suaragunungkidul.com-Sugeng Priyanto (40) Warga Ngrandu, Desa Katongan, Kecamatan Nglipar bisa dibilang sukses dalam mengembangkan ternak madu lanceng. Jika nektar melimpah (cairan manis yang ada di dalam bunga) bisa meraup penghasilan puluhan juta satu kali panen.

Diterangkan Sugeng, nektar yang berlimpah, puncaknya pada bulan Oktober dan November. Lantaran pada bulan-bulan tersebut semua pohon yang berbuah sedang berbunga.

“Puncaknya pada Bulan Oktober dan November, karena terpenuhinya unsur nektar, biasanya segala macam pohon yang berbuah akan berbunga,” jelasnya, Minggu, 22/09/2019.

Pada puncak melimpahnya nektar, Sugeng sekali memanen madu lanceng bisa mencapai 280 liter dari 3500 stup coloni sarang lebah.

Stup Coloni

“Itu saya sendiri, jika dengan kelompok bisa panen 360 liter madu, karena100 stup coloni atau100 sarang bisa menghasilkan 8-10 liter,” ujar pria lulusan SMK ini.

Hasilnya pun tidak tanggung-tanggung, satu bulan jika masa puncaknya bisa menghasilkan Rp.15 juta sampai Rp. 20 juta. Jika hari normal, perbulanya bisa meraup Rp. 6-7 juta.

Jumlah itu, menurutnya, tidak hanya menjual madunya saja, namun termasuk bee polen, propolis, sarang propolis, dan edukasi.

Sugeng juga menjelaskan, rasa madu lanceng berbeda-beda, ada manis, asem, dan pahit. Rasa tersebut dipengaruhi dari unsur bunga.

Khusus rasa asem, selain dari ungsur bunga juga tergantung lama manennya, biasanya dipanen lebih dari 3 bulan dan akibat permentasi kandungan propolis yang tinggi dari sarang madu lanceng.

Ditambahkan, sampai saat ini permintaan tetap membludak dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Bali, Jateng, institusi pendidikan, UNY, UGM, termasuk dari komunitas tionghoa Jakarta.

Karena banyaknya permintaan, pria yang sudah menggeluti ternak madu lanceng selama 15 tahun ini, rencana akan menambah stup coloni hingga 5000 coloni untuk tahun 2019.

“Karena ini jelas-jelas bisa membantu anggota kelompok petani lebah, dalam peningkatan ekonominya,” pungkas Sugeng yang pernah mendapatkan Penghargaan sebagai Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat, dari Presiden RI, Ir. Joko Widodo pada tahun 2017.

(Joko)