Ucapan Terimakasih Dari Mbah Giman, Pasangan Yang Sakit – Sakitan Tak Terjamah Bantuan Pemerintah

Semanu, Suaragunungkidul.com – Tentu masyarakat masih ingat Mbah Giman dan Tri Lestari sepasang suami istri warga Padukuhan Pacing Kulon Desa Semanu Kecamatan Semanu Kabupaten Gunungkidul yang beberapa waktu lalu viral dimedia sosial karena suami istri yang mengalami sakit bertahun – tahun dan tak tersentuh bantuan dari pemirintah baik itu Rumah Tidak Layak Huni ( RTLH ), Program Keluarga Harapan ( PKH ) dan program lain dari pemerintah pusat yang digelontorkan untuk membantu warga yang tidak mampu dan benar – benar membutuhkan.

Saat ditemui wartawan di rumahnya 03/10/2019 Mbah Giman dan Tri Lestari didampingi anak semata wayangnya Parjo menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak atas krpedulianya untuk meringankan beban hidup pasangan suami istri yang bertahun – tahun tidak mendapat perhatian atas derita yang di sandangnya, masih dalam kondisi memprihatinkan karena sakit Gula dan kaki telah di amputasi dan Struk yang diderita sepasang suami istri ini mengucapkan terimakasih atas kepedulian khalayak umum yang sudah berkenan mbantu meringankan beban hidupnya.


” Mohon di bantu sampaikan ke Masyarakat,Komunitas, Sekolah, juga person yang telah perduli kepada saya dan istri, semoga apa yang telah mereka lakukan mendapat balasan dari Tuhan, Allah swt,” Pintanya.


Menurut Mbah Giman dan Istrinya ada beberapa komunitas, Sekolah dan person yang berkunjung ke rumahnya dan menyalurkan bantuan sementara dari pemerintah sudah berkunjung Puskesmas Semanu, Dinsos diwakili Oleh petugas sosial dari Kecamatan Semanu, namun dari Pejabat pemerintah belum satupun pejabat yang berkunjung untuk melihat kondisi Mbah Giman dan Istri baik dari pejabat desa,kecamatan,kabupaten dan proinsi.

“Kalau untuk komunitas sudah ada, Puskesmas dan Petugas Sosial dari Kecamatan Semanu namun untuk pejabat baik dari Desa,Kecamatan apalagi Kabupaten belum tampak,” Tambah Mbah Giman.


Walau saat ini sudah ada kunjungan dari beberapa komunitas dan sekolah namun Mbah Giman tetap berharap ada tindakan kongrit dan perhatian dari pemerintah minimal untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit hingga dirinya dan istri sembuh agar bisa beraktifitas seperti biasa dan tidak menjadi beban hidup orang lain, karena menurut Mbah Giman dan istri siapa orang yang mau mengalami derita seperti yang ia alami.


“Saya ingin ada tindakan nyata dari pemrintah agar saya bisa sembuh dan tidak menjadi beban orang lain,” pungkasnya.(wawan)