Rasulan Dusun Sumber, Girisuko Cerminkan Kentalnya Budaya Silaturahmi

Panggang, Suaragunungkidul.com-Rasulan atau biasa disebut bersih Dusun merupakan adat budaya yang masih dilestarikan secara turun temurun. Uniknya, acara adat rasulan atau merti dusun ini hanya ada di Wilayah Gunungkidul. Seperti saat ini acara rasulan dilaksanakan di Dusun Sumber, Girisuko, Kecamatan Panggang, Gunungkidul menggambarkan masih kentalnya silaturahmi antar warga.

Bahkan tidak hanya satu Padukuhan Sumber saja, namun Dusun yang perbatasan dengan Wilayah Bantul, tepatnya perbatasan dengan wilayah Selo Pamiyoro, ini juga mengundang warga padukuhan terdekat, termasuk Bantul.

“Kita menghadirkan 16 Kepala Dusun (Kadus) terdekat, termasuk Kasus dari Bantul, karena daerahnya dekat dengan kita,” ungkap Dwi Cahyo Hudoyono, Ketua Panitia Bersih Dusun, Sabtu, 05/10/2019.

Dwi Cahyo menjelaskan, acara rasulan di padukuhanya diadakan lima tahun sekali.

Rentetan acara sudah dimulai sejak beberapa hari yang lalu. Dimulai dari
bersih-bersih lingkungan dan makam para leluhur. Kemudian membersihkan sumber air atau Sendang besar sumber. Sendang ini merupakan sendang pertama yang ada di wilayah Padukuhan Sumber, makanya disebut Sendang Sumber.

Tidak hanya sampai disitu saja, usai membersihkan tempat-tempat tersebut, masyarakat mulai menghidupkan tradisi “Weweh” atau saat ini disebut dono weweh atau sedekah/sodakoh.

Pada jaman dahulu para leluhur atau kakek nenek kita mengajarkan adat tradisi “weweh” ke sanak saudara dan tetangga. Namun dengan perubahan jaman hal itu sudah hilang,” jelasnya.

Padahal, masih lanjut Dwi, sebenarnya leluhur sudah mengajarkan kepada kita untuk sedekah atau sodakoh, yang mengandung nilai luhur. Selain untuk mempererat tali silaturahmi dengan sanak famili dan tetangga juga mempunyai nilai ibadah.

“Pada acara bersih dusun kali ini, kita hidupkan kembali dengan sedekah nasi, baik ke saudara maupun tetangga terdekat,” ujar Dwi Cahyo.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Dusun Sumber, Anton Nurdiansyah pada sambutanya ketika acara kenduri di Balai Padukuhan Sumber.

“Semua rentetan acara yang sudah dan akan dilakukan saat ini tujuanya membangun gotong royong dan menjadikan ajang silaturahmi antar warga Padukuhan Sumber dan sekitarnya,” ucap Anton.

Acara Rasulan di Padukuhan Suber jatuh pada Hari Sabtu Pon tanggal jawa 05 Shafar 1441 H. Puncaknya dilakukan acara kenduri nasi gureh (nasik uduk ingkung) di Balai Padukuhan Sumber. Sebelumnya nasi gureh dan ingkung tersebut dikirab dari Rukun Tetangga (RT) masing-masing yang terdiri dari 4 RT.

Dalam kirab mengiring nasi gureh, ibu-ibu dan bapak-bapak tampak kompak menggunakan pakaian jawa seragam. Begitu sampai di balai padukuhan, semua pengiring baik tua muda, bapak-bapak dan ibu-ibu saling bersalaman, tanda menjalin keakraban dan silaturahmi antar warga Padukuhan Sumber.

Tidak hanya sampai disitu, usai didoakan oleh seorang kaum dusun, suasana keakraban dan kompak semakin terlihat, karena secara bersama-sama nasi gureh dan ingkung dibagi bersama baik bapak- maupun ibu-ibu.

Nasi gureh dibagikan kepada semua warga yang hadir, para pedagang yang berjualan disekitar bahkan sanak saudara yang bertandang kerumahnya boleh dimintakan nasi gureh tersebut.

Penutupan malam ini, Sabtu malam, 05/10/2019, akan ada hiburan ketoprak Jampi Sayah dan dari RRI lokal. Malam sebelumnya juga sudah ada hiburan campursari yang dipandegani oleh Karangtaruna setempat.

(Joko)