Pilkades Serentak, Desa Bunder Menghangat, Warga Akan Geruduk Balai Desa

Patuk, Suaragunungkidul.com-Pilkades serentak yang sebentar lagi akan digelar, sebagian masih menimbulkan kesemrawutan. Masalah di Desa Wonosari belum usai, Desa Bunder, Kecamatan Patuk juga menghangat, warga akan bergerak menggeruduk balai desa.

Hal ini disebabkan lantaran Sekretaris Desa, Sidik Hermawan tidak mau menandatangi foto copy ligalisir Surat Keterangan (SK) pengangkatan Ngadiyat, sebagai Dukuh, Widoro Wetan. Ngadiyat adalah salah satu bakal calon Kades Bunder.

Sebagaimana diketahui, Ngadiyat pernah mengabdi sebagai Dukuh di Padukuhan Widoro Wetan, Desa Bunder, Kecamatan Patuk sudah puluhan tahun hingga purna tugas. Surat Keterangan (SK) Pengangkatan 2006/2007 purna 29 Juli 2016.

Legalisir SK Pengangkatan Dukuh merupakan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi sebagai Bakal Calon Kades Bunder.

“Saya hanya minta keadilan, padahal masyarakat tahu saya Mantan Dukuh Widoro Wetan,” ungkap Ngadiyat, ketika ditemui awak media di rumahnya, Senin, 07/10/2019.

Ditegaskan Ngadiyat, jika tidak diloloskan menjadi bakal calon Kades Bunder, ia akan menempuh jalur hukum akan menggugat panitia dan desa.

Alasanya, ia benar pernah menjabat sebagai Kepala Dusun. Selain itu, dipersyaratan yang dicantunkan oleh panitia, tidak ada kata-kata yang mewajibkan SK itu diligalisir.

“Itu salah satu kelemahan panitia, kena apa dalam peryaratan tidak ada kata-kata harus diligalisir,” imbuhnya.

Sementara itu, Bambang, salah satu pendukung Ngadiyat, apabila panitia tidak meloloskan jagonya, para pemuda dan orang tua, bahkan ibu-ibu akan mendatangi Balai Desa  Bunder, guna minta keadilan.

“Saat ini masyarakat sudah siap mendatangi Balai Desa, tetapi kita masih menunggu pengumuman dari panitia pemilihan kepala desa,” ucapnya.

Ditempat berbeda, Sekretaris Desa Bunder, Sidik Hermawan, membenarkan bahwa pihaknya tidak bisa memberikan ligalisir foto copy SK Ngadiyat, lantaran tidak ada dokumen aslinya.

“Karena tidak ada dokumen aslinya, malam sabtu 28/10/2019, dicari hanya ketemu foto copy saja, sehingga kita tidak berani meligalisir,” ujarnya singkat.

Sementara itu Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa Bunder, Slamet Wibowo, ketika mau dikonfirmasi tidak berada ditempat.

Seperti diketahui, Calon Kades Bunder yang mendaftar ada 6 orang. Sesuai Peraturan Bupati Gunungkidul, calon kades maksimal hanya 5 orang, sebingga salah satu harus digugurkan.
Indikasi yang beredar luas di masyarakat Ngadiyat akan gugur sebelum perang, karena salah satu peryaratanya kurang. Bocornya informasi tersebut membuat masyarakat geger akan menggeruduk ke Balai Desa Bunder.

Calon Kepala Desa Bunder yang sudah mendaftar diantaranya, Suwarto, Ngumar, Suharno, SH, Maryadi, Wahyudi, dan Ngadiyat.

(Joko)