Mosi Tidak Percaya, Warga Datangi Balai Desa Bunder

Patuk, Suaragunungkidul.com-Bakal Calon Kades Bunder dan puluhan warga mendatangi Balai Desa Bunder, Kecamatan Patuk, Selasa, 08/10/2019. Kedatanganya dipicu mosi tidak percaya kepada Perangkat Desa Bunder dan Panitia Pemilihan Kepala Desa.

Berawal dari salah satu bakal calon kades, Ngadiyat, ketika berita acara diumumkan oleh panitia, Senin sore, 07/10/2019, sekitar pukul 18.00 WIB, dari 6 bakal calon, Ngadiyat mempunyai scor terendah. Hal ini disebabkan karena yang bersangkutan tidak mendapatkan ligalisir SK pengangkatan Dukuh Widoro Wetan dari Sekretatis Desa Bunder.

Hal ini yang memicu sekitar 80 warga mendatangi Balai Desa Bunder dan menyatakan mosi tidak percaya kepada perangkat desa dan panitia.

“Saya datang kesini bersama warga, menyatakan mosi tidak percaya kepada pemerintah desa dan panitia,” ujar Ngadiyat, saat berudensi dihadapan Panitia pemilihan kepala desa,  perangkat desa dan petugas dari Kecamatan Patuk.

Ngadiyat meminta, supaya pengumuman berita acara yang sudah diumumkan supaya dibatalkan, karena dianggap cacat hukum.

Alasanya, menurut Ngadiyat, tidak diperhitungkan pengabdianya sebagai dukuh selama hampir puluhan tahun, karena tidak adanya ligalisir SK pengangkatan dukuh dari pemerintah desa.

“Ini sama saja pengabdian saya sebagai dukuh tidak dianggap,” ujarnya ketus.

Sedangkan warga masyarakat mengakui bahwa dirinya sebagai mantan kepala dusun. Bahkan selama kepeminpinannya, pada saat menjadi dukuh, tidak ada yang tidak beres.

Pada waktu melaksanakan pembangunan dari Suber Mas maupun ADD, lanjut dia, ia dinyatakan nomor satu se-Kecamatan Patuk.

“Kalau bapak tidak mengingat,  menimbang, dedikasi serta pengabdian saya, hanya karena tidak diberi ligalisir saya tidak lolos, hingga tidak mendapatkan nilai, itu khan sangat naif,” jelasnya disambut tepuk tangan riuh pendukungnya.

Ia menegaskan, pengumuman yang sudah ditempel dimana-mana itu, dibatalkan, dan ia memberikan waktu selama 3 hari kepada panitia.

“Apabila tuntutan saya ini tidak dikabulkan, saya akan menuntut ke jalur hukum,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Pj Kepala Desa Bunder, Sukemi menanggapi permohonan Ngadiyat dan pendukungnya, meski sudah diumumkan, hasil seleksi berkas administrasi Pilkades Bunder ini sifatnya belum final. Sesuai dengan tahapan yang ada, sebelum tanggal
13 Oktober mendatang masih ada waktu, siapapun yang melayangkan keberatan terhadap putusan dipersilahkan.

Masalah ini masih ada waktu untuk dibahas oleh panitia.

“Penetapan tanggal 14/10/2019, jika sudah ditetapkan itu yang berhak mengikuti kompetisi,” pungkasnya.

Dalam aksi damai yang dilakukan warga Padukuhan Widoro Wetan tersebut dijaga ketat oleh aparat kepolisian dari Polsek Patuk dan anggota TNI dari Koramil Patuk ditambah beberapa Hansip.

Situasi sempat memanas pada saat dialog, namun bisa terkendali.

(Joko)