Pemikiran Ekonomi KH Ma’ruf Amin Tertuang dalam Buku Asia’s New Tiger Economy The Ma’ruf Amin Way

29

Jakarta, (Suaragunungkidul.com)-Gagasan dan Pemikiran ekonomi KH Ma’ruf Amin tertuang dalam buku Asia’s New Tiger Economy The Ma’ruf Amin Way. Buku yang mengintegrasikan tiga aspek penting itu diluncurkan secara resmi oleh KH Ma’ruf Amin bersama Anwar Abbas dan Chairman Nasari Cooperative Nasari Sahala Panggabean di Westin Hotel Jakarta, Kamis 03/10/2019.

Buku yang ditulis Anwar Abbas dan Chairman Nasari Cooperative Nasari Sahala Panggabean tersebut berhasil merebut hati komunitas ekonomi di tanah air Indonesia.

Buku ini dinilai berhasil mengintegrasikan tiga aspek penting, yakni sistem ekonomi Pancasila, kondisi ekonomi saat ini, dan pemikiran ekonomi KH Ma’ruf Amin.

Dalam rilisnya, Wakil Presiden Terpilih 2019-2024 KH Ma’ruf Amin mengatakan, pembangunan ekonomi yang berpihak kepada rakyat kecil akan diprioritaskan dalam masa mendampingi kepemimpinan Joko Widodo pada periode kedua mendatang.

Dikatakan Ma’ruf Amin, pemerintahan saat ini sudah meletakkan dasar pembangunan dengan mengangkat kelompok ekonomi bawah melalui pembangunan infrastruktur secara masif. Pembangunan infrastruktur akan menekan kesenjangan ekonomi yang ada.

Ditambahkan, keberpihakan terhadap kelompok ekonomi kecil akan jadi fokus utama.

“Kekayaan tidak boleh hanya beredar pada orang kaya saja tapi harus terdistribusi kepada seluruh komponen rakyat,” pungkas dia.

Sementara itu, Sahala Panggabean MBA dalam rilisnya mengungkapkan dalam menjalankan roda ekonomi Indonesia yang sejalan dengan UUD 1945 pasal 33 ayat 3 tidak lain harus melalui koperasi.

“Pola bangun ekonomi yang sangat tepat untuk rakyat Indonesia adalah koperasi,” ungkapnya.

Dalam buku ‘The Ma’ruf Amin Way, lanjut pakar koperasi ini, tahun 2020 Indonesia akan menghadapi pertumbuhan besar kelas menengah, milenial dan urban.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi saat ini seperti “core banking system” (CBS) dan ATM dapat mensahkan koperasi di Indonesia yang layak dibanggakan. Antara ‘start up’ dan cooperative menjadi start up-cooperative, kita memiliki model baru yang bisa menjawab kebutuhan para milenial dan pelaku start up tanah air.

Anggota KSP Nasari Sarpin Hutagalung

Selain itu, tambahnya, start up cooperative juga menjamin tata kelola yang lebih setara antara satu dengan beberapa pendiri lainnya. Pengambilan keputusan didorong melalui mekanisme musyawarah mufakat. Prinsip dasarnya sederhana yaitu one man, one vote pada koperasi, bedakan dengan perseroan yang one share, one vote.

“Itulah yang kami kagumi dari KH Ma’ruf Amin, karena beliau juga bertekad menjadikan Indonesia sebagai Ikon Pusat Ekonomi Syariah Dunia melalui Platform Digital tersebut,” tutupnya.

Pimpinan Cabang KSP Nasari Yogyakarta, Djun Jun Suryanto, mengungkapkan, pemikiran-pemikiran KH Ma’ruf Amin tentang ekonomi sudah tercurahkan dalam buku yang ditulis Anwar Abbas dan Chairman Nasari Cooperative Nasari, Sahala Panggabean tersebut.

“Buku tersebut memberikan makna ekonomi berdasarkan keadilan, keumatan/
atau kerakyatan, dan kedaulatan, sehingga sejalan dengan program kerja pemerintah dalam masa periode kedua Presiden Joko Widodo,” ujar Djun Jun, saat ditemui media Suaragunungkidul.com, Kamis, 17/10/2019.

Sementara itu, Sarpin Hutagalung, salah satu anggota KSP Nasari, warga Yogyakarta menanggapi positif terkait peluncuran buku tersebut.

Menurut Sarpin, Sahala Panggabean adalah sosok pakar koperasi yang juga sebagai penulis buku yang berpengalaman dalam hal Perkoperasian di Indonesia.

Dia juga mengatakan bahwa dirinya menjadi anggota KSP Nasari sudah 11 tahun.

“Selama ini tidak pernah ada masalah, baik dalam pelayanan maupun yang lain, artinya Sahala Panggabean berhasil mengelola KSP Nasari.

” Sehingga menurut saya sudah layak untuk dilibatkan dalam jajaran pemerintahan, supaya bisa mengambil peran dalam memajukam Koperasi di Indonesia,” pungkasnya.

(Joko)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.