Gara-gara Nikah Siri, Warga Paliyan Masuk Jeruji Besi

15

Wonosari,(suaragunungkidul.com)–
Perlakuan S (37) warga Desa Karangduwet, Kecamatan Paliyan terhadap istrinya L membuatnya harus menikmati dinginnya jeruji besi. Tinggal menunggu putusan dari Pengadilan Negeri Wonosari S bakal menjadi penghuni rumah tahanan (rutan) kelas 2 B Wonosari.

S merupakan pelaku tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), selama kurun waktu hampir 8 tahun yang bersangkutan jarang pulang dan tidak menafkahi istrinya. Usut punya usut pernikahan siri dengan wanita lain menjadi sebab S tidak menafkahi sang istri.

Juru bicara Pengadilan Negeri Wonosari Agung Budi Setiawan menjelaskan bahwa, tindak pidana KDRT tersebut berlangsung dari tahun 2011 lalu. Selama kurun waktu tersebut yang bersangkutan tidak pernah menafkahi istrinya, sehingga atas kelakuannya pelaku dilaporkan ke Polisi dan akhirnya ke meja hijau.

“Rabu 30 Oktober 2019 adalah sidang tuntutan kepada pelaku,”ujar Agung dikonfirmasi, Kamis (31/10/2019).

Agenda sidang tuntutan tersebut dipimpin oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Wonosari Aria Veronica, hakim anggota Nataline Setyawati dan Agung Sulistyono. Sementara itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Gunungkidul dalam persidangan tersebut Aryani Saputri.

“Pasal yang dikenakan untuk pelaku yakni Pasal 49 huruf A Uu RI nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun,”imbuhnya.(Fajar R)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.