Cukai Rokok Naik Tahun Depan, Bagaimana Kondisi Masyarakat Gunungkidul?

48

Wonosari,(suaragunungkidul.com)– Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah menetapkan kenaikan cukai hasil tembakau dan harga jual eceran (HJE) yang akan berlaku pada 2020 mendatang.

Ketentuan tersebut termuat dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 152/2019 tentang Perubahan Kedua atas PMK 146/2017 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau, Tarif Cukai Hasil Tembakau memuat tarif cukai rokok.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gunungkidul Sumarwiyanto mengatakan, rokok termasuk kedalam komoditas penting bagi setiap kapita.
Pada tahun 2018, BPS Gunungkidul merilis rata-rata per bulan menghabiskan Rp 43.946 hanya untuk membeli rokok, dari jumlah penduduk yakni 736.210 jiwa. Khusus untuk pembelian rokok jika diprosentase dari pengeluaran yakni sejumlah 5,23 persen.

“Jumlah tersebut cukup fantastis, karena rokok berada di peringkat ketiga dengan pengeluaran terbanyak penduduk per kapita di Kabupaten Gunungkidul,”ujar Sumarwiyanto, Jumat (15/11/2019)

Menurut Sumarwiyanto, peringkat pertama penduduk di wilayah Kabupaten Gunungkidul paling banyak membeli makanan dan minuman jadi dengan total Rp. 138.766,- atau 16,51% dan padi-padian yang berjumlah Rp. 57.999,- atau 6,90% setiap bulannya.

“Jika diprosentase jumlah pengeluaran untuk membeli rokok masyarakat Gunungkidul lebih besar dibandingkan untuk membeli telur, sayuran, buah, daging maupun ikan,”imbuhnya.

Sumarwiyanto menambahkan bahwa, pembelian daging hanya mendapatkan bagian 2,23% dari pengeluaran per kapita warga masyarakat di Kabupaten Gunungkidul. Sementara sayuran 4,80%, buah-buahan 2,65%, ikan 2,23%, telur dan susu 3,05%.

“Kami belum bisa memperkirakan apakah akan terjadi peningkatan juga dalam pengeluaran per kapita masing-masing penduduk pada saat kenaikan harga rokok tahun depan,”tandasnya.

(Fajar R)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.