Dapat Bantuan, Warga Ngalang Terbebas Dari Kesulitan Air

120

Gedangsari,(suaragunungkidul.com)–Warga masyarakat Padukuhan Magirejo, Desa Ngalang, Kecamatan Gedangsari kini terbebas dari kesulitan kebutuhan pokok yakni air bersih. Masyarakat mendapatkan dari sejumlah BUMN yang diperuntukan untuk melakukan pengeboran air di salah satu lahan milik warga setempat.

Dukuh Magirejo, Desa Ngalang, Kecamatan Gedangsari Widodo menjelaskan bahwa, sejumlah 80  Kepala Keluarga di wilayahnya mengalami kesulitan air yang sangat luar biasa saat musim kemarau. Untuk memenuhi kebutuhan air warga harus merogoh kocek yang cukup dalam, per tanki warga harus membayar Rp 250.000. Nominal tersebut tentu membuat warga masyarakat menjadi beban yang sangat berat.

“Warga hampir putus asa saat musim kemarau tahun ini,”ujar Widido.

Pada akhir November 2019 lalu kemudian warga mendapatkan bantuan dari BUMN yang dipergunakan untuk pengeboran air di salah satu titik lahan milik warga setempat. Lebih lanjut Widodo memaparkan, setelah dilakukan penelitian.

“Pengeboran dilakukan selama 2 hati dengan kedalaman 60 meter, airnya langsung keluar cukup banyak,”imbuhnya.

Pengeboran tersebut menurut Widodo sangat membantu warga, karena untuk mendapatkan air gratis, warga setempat harus berjalan kaki sejauh 200 meter ke sumber air. Namun jika sumber air tersebut habis terpaksa warga harus membeli tangki dengan harga yang cukup mahal.

Camat Gedangsari Imam Santoso mengutarakan bahwa, sejak 2018 lalu telah dilakukan membuat gerakan Wakaf Mata Air untuk menggantikan Air Mata. Gerakan tersebut diharapkan mampu mengatasi kesulitan air bagi warga masyarakat Kecamatan Gedangsari khususnya wilayah Padukuhan Magirejo.

“Biaya pengeboran sekitar Rp 350 juta. Kita mengajukan proposal ke korporasi,”kata Camat.

(Fajar R)

loading...



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.