Dua Sapi Mati Mendadak Terjadi Di Dua Kecamatan, Terkena Anthraks?

86

Tepus,(suaragunungkidul.com)–Kejadian Sapi mati secara mendadak kembali terjadi di dua wilayah Kecamatan di Kabupaten Gunungkidul, Selasa (14/01/2020). Namun demikian, penyebab kematian dua Sapi secara mendadak tersebut belum dapat dipastikan karena virus Anthraks atau karena penyakit lainnya.

Informasi yang berhasil dihimpun, Sapi mati mendadak tersebut milik Suparman warga Padukuhan Wunut, Desa Sumberwungu, Kecamatan Tepus. Sapi tersebut diketahui mati oleh pemeliharanya yakni Mukiyem pada pukul 08.30 WIB. Mukiyem yang berniat ingin ke halaman rumah dan memberi makan sapi tersebut, namun kaget bukan main saat Mukiyem melihat kondisi sapi dalam keadaan terbujur kaku di dalam kandang.

Kematian Sapi betina peliharaannya tersebut sebelumnya dalam keadaan sehat dan tidak didapati tanda-tanda sakit. Selain itu Sapi diketahui dalam keadaan hamil dua bulan.

“Sudah terkendali,”ujar Kepala Seksi Kesehatan Hewan Dan Kesmavet Bidang Peternakan Dinas Pertanin Dan Pangan Kabupaten Gunungkidul Retno Widiastuti saat dikonfirmasi.

Sementara itu Sapi mati mendadak lainnya juga terjadi di Padukuhan Janglot, Desa Pucanganom, Kecamatan Rongkop. Sapi milik Narko warga setempat mati mendadak pada pukul 11.00 WIB. Mulanya Narko mencari rumput untuk makan Sapi peliharaannya, sesampainya di rumah Narko kemudian menaruh rumput di kandang. Selang beberapa saat korban ingin kembali ke kandang miliknya justru mendapati Sapinya sudah dalam keadaan mati.

Dua Sapi yang mati secara bersamaan tersebut telah dikuburkan oleh pemiliknya dan petugas Puskeswan setempat. Walaupun sample darah dikirimkan ke Laboratorium penyebab Sapi tersebut belum dapat dipastikan terkena Anthraks atau tidak.

“Semoga tidak, tadi sudah diperiksa,”imbuhnya

(Fajar R)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.