Beli Tembakau Gorila Lewat Online, Jaka Ngandang Di Panjara 4 Tahun

138

Wonosari,(suaragunungkidul.com)–Muhammad Jaka Aristo warga Kota Tangerang, Provinsi Banten harus menghabiskan hari-harinya dibalik jeruji besi. Pemuda berusia 18 tahun tersebut mendapatkan vonis hukuman penjara dari Majelis Hakim Pengadilan Negeri Wonosari. Vonis dijatuhkan Majelis Hakim lantaran yang bersangkutan terlibat kasus penyalahgunaan Narkotika jenis Tembakau Gorila yang didapat dari membeli secara online.

Selasa (14/01/2020) Jaka menjalani persidangan dengan agenda pembacaan putusan, dalam amar putusannya Majelis Hakim yang diketuai oleh Tri Joko menjatuhkan vonis penjara selama 4 tahun denda Rp 800 juta subsidair 1 bulan penjara.

“Mengadili terdakwa secara sah dan meyakinkan memilikk menyimpan narkotika yang diatur dalam pasal 112 ayat 1 uu no 35 2009 tentang narkotika,”ujar Tri Joko membacakan putusan, Rabu (15/01/2020).

Putusan yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan Jaksa Penutut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Wonosari Embun Sumunaringtyas yang menuntut terdakwa hukuman penjara 4 tahun 3 bulan.

“Saya menyatakan pikir-pikir,”jawab Jaka ketika ditanya Majelis Hakim akan menerima putusan atau banding.

Dari hasil putusan tetsebut terdapat beberapa hal pertimbangan Hakim yang meringankan yakni mengakui perbuatannya dan merasa menyesal. Sementara pertimbangan yang memberatkan yakni pelaku tidak mendukung upaya Pemrintah dalam pemberantasan narkoba, selain itu perbuatan pelaku dapat merusak dirinya sendiri dan orang lain.

Sebagaimana Muhammad Jaka Aristo datang ke Gunungkidul untuk meneruskan sekolah Paket C, pelaku kemudian tinggal di rumah neneknya. Jaka ditangkap oleh Jajaran Satuan Reserse Narkoba pada bulan Juli 2019 lalu. Polisi menangkap Jaka saat hendak mengambil Tembakau Gorila yang merupakan jenis narkotika golongan 1 di komplek Bangsal Sewoko Projo. Barang haram seberat 0,18 gram tersebut didapat pelaku dari transaksi pembelian secara online.

(Fajar R)

loading...



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.