Puluhan Sapi Mati Mendadak, 27 Warga Gunungkidul Tertular Anthraks

72

Playen,(suaragunungkidul.com)–Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul menyatakan bahwa sejumlah 27 warga Kabupaten Gunungkidul positif tertular bakteri Anthraks. Jumlah tersebut diperoleh Dinas saat petugas melakukan pengambilan sampel darah seejumlah ratusan warga yang kontak langsung dengan Sapi mati mendadak karena positif Anthraks di Padukuhan Ngrejek, Desa Gombang, Kecamatan Ponjong.

Kepala Bidang Perlindungan Dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul Sumitro mengatakan,
setelah mengambil sampelsejumlah 540 orang di Padukuhan Ngrejek Kulon dan Wetan, Desa Gombang, Kecamatan Ponjong pihaknya menemukan 87 orang mengalami gejala klinis.

“Terdapat 27 orang yang positif Anthraks. Dinas Kesehatan telah memberikan antinbiotik dalam waktu 20 hari untuk mencegah penyebaran bakteri Anthraks,”ujar Sumitro saat Konfrensi Pers di RM Kembang sore Logandeng Playen dengan awak media, Rabu (15/01/2020).

Sementara itu Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Kesmavet Bidang Perternakan Dinas Pertanian Dan Pangan Kabupaten Gunungkidul Retno Widiastuti mengatakan, dalam kurun waktu bulan Desember 2019 sampai 15 Januari 2020 pihaknya mendapatkan laporan sejumlah 21 Sapi dan sejumlah 15 Kambing mati secara mendadak di wilayah Gunungkidul. Dari jumlah tersebut terdapat 2 ekor Sapi yang mati Positif Anthraks.

“Dua Sapi yang diambil sampelnya itu di Padukuhan Ngrejek,”kata Retno.

Sementara itu untuk mencegah adanya penyebaran bakteri Anthraks pihak Dinas sudah melakukan langkah antisipasi dengan melakukan pelarangan warga untuk menjual hewan ternaknya keluar dari Padukuhan Ngrejek. Selain itu pihak dinas juga telah melakukan pengguyuran formalin secara berkala di wilayah tanah yang terpapar bakteri Anthraks.

(Fajar R)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.