Jual Empat Batang Kayu Jati Untuk Kebutuhan Sehari-hari, Kakek Panggih Dipenjarakan Tetangganya

102

Wonosari,(suaragunungkidul.com)–Panggih Sutrisno warga Padukuhan Jetis Wetan, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu harus menjalani hari-harinya dibalik jeruji besi. Kakek 66 tahun itu divonis bersalah oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Wonosari dan harus menjalani hukuman penjara. Rabu lalu (15/01/2020).

Majelis Hakim PN Wonosari Aria Veronica menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana yang diatur dalam Pasal 362 KUHP, yakni barang siapa mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum.

“Hakim menjatuhkan vonis hukuman penjara selama 6 bulan,”kata Juru Bicara PN Wonosari Agung Budi Setiawan saat dikonfirmasi, Sabtu (18/01/2020).

Putusan Majelis sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Gunungkidul Hany Adhy Astuti yang menuntut terdakwa 6 bulan penjara. Lebih lanjut Agung memaparkan, awal mula kasus tersebut sampai ke ranah persidangan bermula pada bulan September 2019 lalu, ketika Panggih (pelaku) berniat ingin membeli 4 batang kayu jati milik Hadi Wiyanto, yang tak lain adalah tetangganya.

“Kayu tersebut akan dibeli dengan harga Rp 3 juta, kedua belah pihak sepakat sebelum pembayaran kayu tidak boleh ditebang,”kata Agung.

Namun tanpa sepengetahuan korban, pelaku justru menawarkan kayu tersebut kepada Trisno Wobowo. Keduanya sepakat kayu dibeli dengan harga Rp 1,6 juta, kakek Panggih mengaku kepada Trisno bahwa 4 kayu Jati tersebut adalah milik mertuanya. Sebelum melakukan penebangan Trisno kemudian menjual 4 kayu Jati tersebut kepada Sugino dengan harga Rp 1,8 juta.

“Setelah dilakukan pembayaran dari Sugino, Trisno kemudian membayarkan sejumlah Rp 1,6 kepada Pelaku. Tak dibayarkan kepada korban (Hadi Wiyanto) kakek Panggih justru pergi ke Jakarta, menggunakan uang tersebut untuk kehidupan sehari-hari;”katanya.

Merasa dirugikan Hadi Wiyanto kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Gunungkidul sebelum akhirnya kasus tersebut masuk ke ranah persidangan.

(Fajar R)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.