Dukuh Ngrejek : Makan Daging Sapi Antraks Dengan Cara Digoreng Rasanya Biasa Saja

141

Ponjong,(suaragunungkiduk.com)–Rasa daging Sapi yang dimasak karena mati mendadak akibat Antraks, ternyata tidak jauh berbeda dengan rasa daging Sapi biasanya. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dusun Ngrejek Wetan, Desa Gombang, Kecamatan Ponjong Narsiko.

Kadus Ngrejek Wetan tersebut menjelaskan bahwa, tradisi purak atau mbrandu hewan ternak yang mati tersebut memang menjadi budaya warga masyarakat. Hal tersebut menjadi sebuah budaya gotong royong masyarakat, Purak dilakukan untuk meringankan beban saat salah satu warga masyarakat yang mengalami kematian pada ternaknya.

“Potensi Purak (mbrandu) lagi sekarang sudah tidak ada,”kata Narsiko, Jumat (17/01/2020).

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa, pihaknya sempat merasakan daging Sapi yang mati mendadak terkena Antraks tersebut. Menurut Narsiko, rasa daging Sapi Antraks tak jauh berbeda dengan daging Sapi pada umumnya.

“Ketika itu dimasak dengan cara digoreng, rasanya biasa saja,”imbuhnya.

Namun beruntung, walaupun ikut menikmati daging Sapi Antraks Narsiko dinyatakan oleh dokter tidak tertular Antraks. Lanjutnya, walaupun dinyatakan negatif pihaknya tetap dilakukan penyuntikan antibiotik oleh dokter.

“Polulasi ternak Sapi yang ada di Padukuhan Ngrejek Wetan dan Kulon kurang lebih 49 Sapi. Kondisi sekarang sudah tidak ada kematian ternak, warga sudah tenang,”tandasnya.

(Fajar R)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.