Jadi Korban Human Trafficking, Warga Girisubo Dipekerjakan Di Salon Plus-plus

1135

Wonosari,(suaragunungkidul.com)–Mawar (25) warga Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo menjadi korban perdagangan manusia (Human Trafficking), selama bertahun-tahun Mawar dipekerjakan di sebuah Salon Plus-plus di Kota Yogyakarta. Lebih mirisnya lagi korban dipaksa bekerja melayani pria hidung belang tanpa mendapatkan gaji.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (DP3AKBPMD) Kabupaten Gunungkidul Rumi Hayati memaparkan bahwa, Pemerintah Daerah khususnya DP3AKBPMD telah melakukan pendampingan secara psikis kepada korban.

“Korban mulanya dijanjikan oleh seorang pelaku warga Yogyakarta untuk bekerja di sebuah pabrik, sekitar tahun 2011 lalu,”ujar Rumi, Senin (20/01/2020).

Tak mendapatkan pekerjaan, korban justru ditipu dan dipekerjakan disebuah panti pijat atau salon plus-plus di wilayah Kota Yogyakarta. Bahkan korban disekap dan dipekerjakan secara paksa selama kurang lebih 7 tahun tanpa mendapatkan gaji.

“Korban pada waktu dipekerjakan masih usia anak yakni 17 tahun,”imbuhnya.

Lebih lanjut Rumi mengatakan, dari keterangan yang digali dari Mawar, korban akhirnya berhasil melarikan diri ketika sang majikan (Mami) tidak berada di rumah. Memanfaatkan kesempatan tersebut Mawar akhirnya memberanikan diri kabur melewati jendela. Pihak keluarga Mawar, kemudian melakukan konsultasi kepada DP3AKBPMD Kabupaten Gunungkidul.

“Selain kami yang melakukan pendampingan secara Pasikologis, korban juga mendapatkan pendampingan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Rifka Annisa,”katanya.

Setelah kasus tersebut terbongkar, pihak korban didampingi Rifka Annisa melaporkannya ke Polda DIY. Kata Rumi bahwa, kasus tersebut telah selesai sampai ke ranah Pengadilan, namun pihak DP3AKBPMD tidak mengetahui secara pasti hukuman pidana yang dijatuhkan kepada pelaku.

“Kasusnya selesai pada tahun 2019 lalu,”tandasnya.

(Fajar R)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.