Tanaman Terancam Mati Karena Kekeringan, Warga Playen Minta Hujan Dengan Ritual Kocoran

117

Playen,(suaragunungkidul.com)–Warga Padukuhan Playen 1, Desa Playen, Kecamatan Playen menggelar ritual kocoran, ritual Kocoran atau meminta hujan tersebut dilakukan lantaran saat ini tanaman para petani diketahui kekurangan air dan terancam mati

Tradisi meminta hujan atau yang disebut Kocoran tersebut dilaksanakan di halaman SDN IV Playen Kecamatan Playen. Acara yang diikuti oleh kurang lebih 60 orang tersebut terdiri dari orang tua laki-laki perempuan dan anak-anak.

Untuk meramaikan acara ritual Kocoran tersebut setiap warga yang hadir dalam kesempatan tersebut membawa cendol dawet dan kue Apem sebagai persyaratan ritual. Ubo rampe syarat-syarat tersebut kemudian dikumpulkam menjadi satu di sebuah ember tampungan.

Ritual tersebut kemudian dilanjutkan dengan mengijab qobulkan syarat-syarat tersebut oleh salah satu sesepuh sebagai lambang permohonan diturunkannya hujan.

“Bagi para petani saat ini tanaman mereka mulai layu karena dimusim penghujan ini kekurangan air. Ritual ini tidak diharuskan, hanya diikuti bagi yang merasa tanamannya kekurangan air karena tidak ada hujan,”kata Lasiyem salah satu peserta ritual.

Sementara itu Kepala Dusun Playen Deni mengatakan bahwa, acara ritual Kocoran tersebut bertujuan untuk melestarikan sejarah yang berada di wilayah tersebut. Namun demikian ritual tersebut tidak pasti setiap tahun ada, Deni berharap agar setelah dilaksanakannya ritual Kocoran tersebut berharap agar segera turun hujan, sehingga tanaman para petani tidak mati karena kekurangan air.

“Sudah beberapa hari ini petani khususnya Kabupaten Gunungkidul mengalami kesulitan air untuk tanaman pertanian yang sudah mulai layu,”katanya.

Ritual tersebut dilanjutkan dengan saling melemparkan cendol dawet dan kue oleh peserta satu dengan peserta lainnya.

(Wahyu/Yudi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.